My Life's Journal

Kenapa Kamu Perlu Jalan-jalan ke Luar Negeri?

6/23/2017 12:20:00 AM



 dok pribadi; Solitude, Putrajaya

Sewaktu SD saya pernah diminta untuk menghafal 7 keajaiban dunia dan dengan semangat 45’ saya pun menghafal bangunan-bangunan bersejarah tersebut beserta asal negaranya. Saat itu terbersit keinginan saya untuk bisa berkunjung kesana. Ya kalo engga kesana minimal ke luar negeri gitu. 

Hingga pada awal tahun 2016, saya berkesempatan mengunjungi Malaysia. Lah deket banget! iya deket, tapi judulnya tetep luar negeri kan? Heuheu.

Kalo bukan karena kewajiban mungkin saya engga bakal bisa kesana. Saat itu kampus mewajibkan setiap mahasiswa yang ingin mengajukan tesis untuk setidaknya menerbitkan minimal 2 buah paper pada seminar internasional. Kebetulan seminar yang sejalan dengan prodi saya diadakan di malaysia. Jadilah saya dan tim membuat sebuah paper untuk sama-sama kami presentasikan di salah satu universitas di Malaysia.

 dok pribadi: kenang-kenangan

Selama kurang lebih 5 hari saya mengunjungi Bangi-Putrajaya-Kuala Lumpur-Genting Highland-Melaka-Shah Alam. Iya walaupun Malaysia negara tetangga kita, tapi kesan yang saya dapat cukup positif. Saya disambut hangat oleh teman-teman Malaysia. Selain sharing akan ilmu pengetahuan, kami pun sharing akan kebudayaan. 

Saya takjub dengan sistem transportasi publik di Kuala Lumpur yang cukup terintegrasi satu sama lain. Sepanjang jalan Bangi-Kuala Lumpur saya lalui dengan lancar hanya sesekali macet. Saya pun dibuat hanyut saat mengitari Sungai Melaka dengan kapal pariwisata. Saya salut, pemerintah Malaysia dapat mengubah Sungai Malaka menjadi sangat cantik (seperti venice ala Malaysia) dan menjadi penyedot pariwisatanya. Saya kagum sambil berandai-andai suatu saat sungai-sungai di Indonesia juga banyak yang kayak gitu.


 dok pribadi: Melaka dari atas Menara Tamingsari


 dok pribadi: Melacca river cruise 

Kekangenan jalan-jalan ke luar negeri, membuat saya mengajak pak suami buat ngumpulin uang dan sama-sama traveling ke luar negeri. Tapi pak suami bilang, “ngapain ke luar negeri, di indonesia aja belum semua yang kita jelajahi.” 

Terus saya bilang, “iyah sih, tapi kamu perlu loh sesekali ke luar negeri, ngeliat keadaan di luar gimana.” (mengingat saat itu pak suami belum pernah ke luar negeri). 

Dan pak suami teteup kekeuh surekeuh ndak mau jalan-jalan ke luar negeri. akhirnya perdebatan itu diakhiri dengan saya pasang muka cemberut. Tapi gak lama, karena langsung disogok jajanan cilok (minta yang mahalan kek Chi!) heuheu.

Setelah itu, pak suami diundang launching salah satu brand olahraga di Singapura. Saya pun getol bantuin pak suami ngurus paspor (sambil berharap ikut diajak, etau-taunya teteup ndak diajak). 

“Ini tuh kerja dear, bukan jalan-jalan” 

“Oke fixed, bye!” jawab saya sambil melengos pergi (sabar ya pak punya istri ratu drama).

Sepulang dari Singapura, pak suami tiba-tiba langsung ngomong, “kita nabung yuk buat jalan-jalan ke Thailand.” Nah nah kaaannnnn! Udah dibilangin kaaannn! Padahal pak suami cuma sebentar di Singapura, tapi malah ketagihan ke luar negeri.

 

 dok pribadi: Genting Highland

Bagi saya pribadi, jalan-jalan ke luar negeri emang ndak penting-penting amat. Tapi sesekali perlu. Kenapa perlu? Karena saya merasa saat di luar negeri mau engga mau saya harus belajar banyak.

Belajar kultur negara tersebut, orang-orangnya, sejarahnya, dan banyak yang lainnya. Selain itu saya juga menemukan banyak hal-hal baru, lepas dari comfort zone, dan akhirnya menemukan insight dari setiap perjalanan saya.

Perjalanan ke luar negeri bukan hanya sekedar memuaskan dahaga saya buat foto-foto terus upload di sosial media. Tapi lebih dari itu. Saya menemukan banyak perasaan yang saya nikmati sekali. 

Seperti perasaan sukacita saat boarding di bandara, mengakasa bersama burung besi, tiba di bandara luar negeri dengan hawa yang berbeda, mempelajari kultur yang berbeda, berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan sepulangnya saya membawa oleh-oleh berupa insight kepada hidup saya.

 
 dok pribadi: Petronas

Padahal saya baru pernah sekali ke luar negeri, yaitu; ke Malaysia. Tapi rindu berjalan-jalan ke luar negeri hinggap sampai sekarang. Semoga suatu saat saya dan keluarga kecil saya bisa luar negeri lagi. Syukur-syukur bisa tinggal di luar negeri setahun atau dua tahun gitu. Aamiin-in aja kalih ya, hihihi.

See other stories

4 comments

  1. Saya sempat juga belajar tentang Malaysia dari teman-teman yang study ke sini Mbak. Ya memang sih mereka punya sistem pemerintahan dan tata kelola yang lebih baik, bisa dicontoh. Tapi, ada sisi negatifnya juga.. Ya difilter-filter lah :D

    Semoga bisa pergi ke luar lagi ya mbak. Kalo bisa malah lanjut studi tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju jung, segalanya pasti ada positif-negatifnya. Tinggal kitanya harus pinter pilah-pilah:)

      Nah! Aamiin yaAlloh! Semoga diberikan Tuhan jalan, terima kasih jung! Doa terbaik juga untukmu ya:D

      Delete
  2. Tahun depan ke Thailand dan depannya lagi bisa ke Jepang dan negara-negara lain. AAMIIN. Wkwkwk nitip doa.

    Semoga bisa ke luar negeri lagi dan juga lebih jauh lagi, mba hehe.

    ReplyDelete