My Life's Journal

Mereka yang Bekerja dalam Senyap

5/10/2016 10:38:00 AM



Sejatinya, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengeyam pendidikan. Namun terkadang, hidup tidak selalu nampak ideal.  Ada berjuta alasan hingga tidak semua orang mendapatkan pendidikan yang setara. Untuk itu mereka hadir guna meminimalisir berbagai hambatan tersebut. Mereka seperti pelita yang memberikan jalan terang pada lembah kegelapan bernama ruang hampa tanpa ilmu pengetahuan.



Bermula pada awal tahun 2014, saya tertarik untuk mencari kegiatan sukarelawan sebagai pengajar. Alasan utamanya sangatlah sederhana. Saya rindu untuk memegang kelas  sendiri. Kala itu saya memang telah bekerja sebagai Guru Pendamping Khusus (GPK) di sebuah sekolah inklusif di Jakarta. Namun ruang gerak saya sebagai GPK tidak begitu leluasa dalam mengelola kelas. Bisa dibilang tanggung jawab saya berbatas pada anak-anak berkebutuhan khusus yang saya tangani—walaupun tak jarang saya pun turut bertanggung jawab pada seluruh siswa di dalam satu kelas tersebut—sehingga saya berusaha untuk mencari kegiatan mengajar di luar pekerjaan yang memungkinkan saya untuk memiliki kelas sendiri.

Setelah mencari-cari berbagai info seputar kegiatan sukarelawaan mengajar di Kota Depok, tiba-tiba salah seorang teman mengirimkan sebuah pesan yang berisikan informasi tentang perekrutan relawan pengajar sebuah rumah belajar di Depok. Saya pun tertarik dan segera mengunjungi tempat yang direkomendasikan oleh teman saya tersebut.

Mereka menyebutnya dengan ORCID

ORCID yang merupakan kepanjangan dari Organisasi Cinta Pendidikan Depok, digagas dan dikembangkan oleh sekumpulan pemuda yang peduli akan pendidikan. Komunitas ini bergerak dalam memberikan pendidikan secara cuma-cuma bagi adik-adik di sekitar Stasiun Depok Lama setiap sabtu dan minggu. Ada berbagai kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan. Selain diberikan pelajaran yang menyangkut akademik, adik-adik ORCID pun diberikan berbagai kegiatan yang menyangkut seni maupun kreativitas. Seperti mewarnai, menggambar, menari, dll.

Saya masih ingat betul, hari pertama kedatangan saya kesana. Saya disambut cukup hangat oleh kakak-kakak pengajar saat itu. Mereka dengan tangan terbuka menyambut pengajar-pengajar baru. Walaupun awalnya saya sempat merasa kikuk—dikarenakan saya tidak memiliki kenalan satu pun disana—namun lama-kelamaan suasana pun mencair. Saya merasa menemukan rumah kedua yang mau menerima kedatangan saya. 

Sayangnya saya hanya dapat mengajar untuk beberapa bulan saja, itupun tidak full datang setiap minggu. Pada pertengahan tahun 2014, saya harus melambaikan tangan pada ORCID karena melanjutkan sekolah di Bandung.


Di bulan Mei ini, ORCID berulang tahun yang ke-4. Dalam ranah perkembangan anak, usia 4 tahun telah memasuki fase golden age dari seorang bayi. Artinya, fase ini merupakan saat terbaik dalam memberikan stimulus untuk membangun segala aspek kehidupannya. Untuk itu semoga ORCID selalu dikelilingi stimulus positif dalam bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh semakin baik dalam memberikan kebermanfaatan bagi adik-adik yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berkembang menjadi semakin solid diantara para kakak pengajarnya. 

Hingga saat ini ORCID masih terus bergerak, menembus labirin-labirin segala keterbatasan. ORCID masih terus hidup, karena dihidupi oleh para kakak pengajar dengan cahaya ketulusan mereka. Mereka yang bekerja tanpa pamrih, mereka yang bekerja dalam senyap. Tak perlu berbagai lampu sorotan, namun berbagi adalah muara segala tujuan.  Seperti kata Kang Emil, “Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tidak berharga, tetapi karena mereka tidak ternilai,”

Saya pribadi selalu kagum dengan para relawan yang mau meluangkan waktu mereka untuk berbagi dengan sesama. Terlebih mereka adalah para pemuda yang memiliki dedikasi yang tinggi. Sebuah dedikasi untuk membuat lingkungan sekitar menjadi lebih baik. 

Tak usah jauh-jauh berbicara membangun Indonesia, namun dengan langkah-langkah kecil yang mereka lakukan, sadar atau tidak mereka telah menyusun bata-bata kecil yang kelak akan menjadi benteng kokoh. Benteng yang membantu adik-adik menggapai cita dan asa. Untuk semua kakak pengajar, semoga selalu diberikan kebaikan oleh Alloh sebagaimana kalian telah menebar kebaikan untuk sesama.

ORCID adalah rumah yang berlimpahan cahaya. Sejauh apapun kaki melangkah, setiap rumah akan selalu dirindukan para penghuninya untuk pulang. 

Sekali lagi, selamat ulang tahun, ORCID! Tetap menjadi lentera penerang bagi adik-adik dalam memamah ilmu pengetahuan. Teruslah  menginspirasi! karena jika boleh jujur salah satu gerakan yang menginspirasi saya dalam membentuk Rumah Hati adalah ORCID. Sebuah kebahagiaan pernah bergabung dengan keluarga ini dan semoga kelak saya diberikan kesempatan untuk dapat bergabung kembali.





P.S: Bagi teman-teman yang tertarik untuk menjadi relawan pengajar di ORCID atau tertarik menjadi donatur demi membantu pembelajaran mereka, sila menghubungi Kak Ihsan (0823-1027-4380) atau langsung berselancar ke blog: ngorcid.wordpress.com

See other stories

2 comments

  1. Mulia sekali kegiatannya, lancar selalu ya :) Btw, udah ikutan lomba blog dari Paybill.id? Katanya hadiahnya menarik :D ini linknya kalo mau ikutan http://bit.ly/SatuBlogPaybill

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam yulia,
      Aamiin, trims yaa doanyaaa:D

      Delete