Contemplation

Perihal Patah Hati

3/20/2016 11:13:00 PM





Pada sebuah malam dengan bulan yang hanya tinggal separo, aku melihat wajahnya muram. Tidak ada seberkas senyum yang biasa mengembang di bibirnya. Dia yang kukenal sangat bergairah dengan hidup, mendadak seperti akan mati pada detik itu juga.

Sudah pernah sepatah ini?

Belum. Eh mungkin sudah. Tapi sudah lupa, jawabku seenaknya.

Aku memperhatikan gerak-geriknya dengan cemas. Dia hanya mengaduk-ngaduk es teh manis yang sudah meluber di atas meja. Tak diminumnya, hanya diaduk-aduk dengan malas. 

Aku ingin keadaannya kembali seperti dulu, tapi dia lebih memilih untuk mengakhirinya.

Apa alasannya?

Katanya dia sudah muak denganku. Dengan segala sifat jelekku. Aku ingin berubah, tapi dia sudah terlanjur lelah. Dia tidak mau menerima diriku kembali. Semua sudah terlambat.

Kau sudah berusaha, tapi dia tetap tidak mau. Aku pikir tidak ada jalan lain, selain menerima dan meneruskan hidup tanpanya

Tidak semudah itu! 

Lalu, apa yang bisa kau lakukan? Sedang dia sudah tak mau menerima kau kembali?

Entahlah!

Kulihat lelehan air mata menggenang pada pelupuk matanya. Setetes. Dua tetes. Lalu menderas dan dia pun menangis sesegukkan. 

Semenjak saat itu, muram selalu merundung di wajahnya. Ditambah telepon-telepon yang selalu bercerita tentang kesedihan dan segala kegagalan atas usahanya dalam membaikkan hubungannya kembali.

Aku benci melihatnya seperti itu. Aku benci melihat orang menjadi lemah hanya karena patah hati. Tapi aku mencerna dalam-dalam kisahnya. Mengambil beberapa makna yang mungkin dapat kuserap untuk hidupku sendiri. Ah, cinta. 

Kamu hanya belum menemukan seseorang yang akan membuatmu seperti ini. Jatuh cinta dalam-dalam kemudian patah hati, itu sangat menyakitkan! Tandasnya sambil menutup sambungan telepon. Mungkin dia kesal, karena aku kurang acuh dengan masalahnya.

Memang, belakangan ini aku hanya ingin menjadi pendengarnya saja. Hanya mendengarkan. Karena segala upayaku untuk membaikkan hatinya selalu berujung pada rasa lelah. Berkali-kali aku berkata, berkali-kali itu pula kalimatku seperti gema yang memantul-mantul. Hilang dan tak diserapnya. Berhari-hari. Berminggu-minggu. Berbulan-bulan ia tetap seperti itu. Muram. Sehingga aku menarik kesimpulan bahwa terkadang seseorang hanya ingin didengar, tak ingin dinasehati. 

Adakah hal yang lebih gila menandingi perempuan yang sedang patah hati? Kurasa, tidak ada. Perempuan yang sedang patah hati adalah hal yang paling gila yang pernah ada.

Bagiku, dia hanya perlu waktu untuk menyerap dan merasai segalanya. Bahwa patah hati adalah sebuah proses alamiah yang kadang harus dilalui oleh sebagian manusia. Segala penolakan-penolakan yang terjadi di dalam hidupnya-termasuk oleh mantannya-adalah sebuah pelajaraan yang sangat berarti. Bahwa terkadang hidup tidak hanya dapat memberimu kebahagiaan yang membuncah, namun hidup juga dapat memberikan rasa sakit yang begitu mendalam. Hari ini mungkin masih terasa sakit, namun pelan-pelan sakitnya akan hilang. Akan hilang.

Aku menjawab pertanyaannya yang tak sempat kujawab via telepon. Aku langsung mengirimkan beberapa baris teks via whatsapp kepadanya, “Sama sepertimu, aku juga pernah merasakan patah hati yang begitu dalam. Adalah ketika aku ditinggalkan seorang ayah, cinta pertamaku. Cinta pertama dari setiap anak perempuan. Aku tahu rasanya kehilangan dalam-dalam, rasanya tidak enak. Lekas baik, ya!”

Dia pun membalas pesanku, Doakan aku semoga selalu dikuatkan Tuhan. Menjadi kuat, sepertimu.

Dan aku kembali membalasnya, “Itu hanyalah masalah waktu.”

****

See other stories

8 comments

  1. Kasihan neng kisah temenmu itu..dy akan terhibur kalo baca tulisan ini 😊

    ReplyDelete
  2. Semoga temanmu tetap tegar dan kuat ya Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam cha,
      Aamiin yaAlloh, terima kasih doanya yah :)

      Delete
  3. Ya begitulah efek jatuh cinta berlebih.. Hatipun bisa patah..

    Balik lagi kita mikir kesiapa yg udah nyiptain itu hati? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam dian,
      Betul segala yang berlebihan memang gak baik yah?
      Tapi ada yg bilang, "if it's not crazy, it's not love" ya begitulah cinta hehehe.
      Trims yah sudah blog walking :D

      Delete
  4. setuju sama pendapat-pendapat di atas segala yang berlebih memang tidak baik hehehe...

    ReplyDelete