My Life's Journal

Cerita tentang Bandung: #2 Tentang Melupakan

12/13/2015 06:59:00 AM

                     foto: koleksi pribadi


Seberapa dalam sebuah ingatan  dapat merobek hatimu?

Pada mulanya, ada beberapa hal yang sulit untuk dilupakan. Bahkan terkadang kita tidak dapat membayangkan untuk dapat melupakan setiap inchi-nya. Segalanya terekam pada setiap labirin ingatan kita. Hingga kita membutuhkan beribu cara untuk melupakannya. Namun pada akhirnya kita sadar, semakin kita berusaha untuk melupakan semakin lihai ingatan kita merekam semuanya.

Terkadang segala ingatan itu berkelebat saat kita menelurusi kembali tiap sudutnya. Pada jalan-jalan yang sering kita lewati. Pada tempat-tempat yang sering kita kunjungi. Dan pada rumput-rumput basah yang telah sama-sama kita jejaki. Semua bercerita tentang ingatan itu sendiri, membekas, dan merunut tiap sudut peristiwa.

Rasanya begitu mudah untuk melupakan, ya?

Waktu memang tak selamanya mendewasakan. Namun ada beberapa orang yang beruntung karena didewasakan oleh waktu. Dan kita merupakan salah satu dari orang-orang itu. Karena kini seiring berjalannya waktu, kita mudah sekali terlupa akan hal itu. Seakan Tuhan menghilangkan ingatan kita akan segala kenangan. Seperti meniupkan bulu ke angkasa. Melayang-layang terbang, hilang dan tak membekas.

Kita pun kini berjalan sendiri-sendiri, memilih sisi yang berbeda, dan berjarak beribu kilo jauhnya. Pada tiap hati yang telah kebas dengan segala rentetan kenangan, waktu memang terbukti telah mendewasakannya.

Terimakasih kepada ingatan yang hilang. Aku telah pergi, jauh, dan meninggalkan.

See other stories

12 comments

  1. Hmmm, sekiranya ingatan tidak akan pernah hilang, hanya terlupa. Suatu saat mungkin akan mencuat kembali. Pada akhirnya semua tergantung bagaimana kita "merasakan" ingatan tersebut. Sebab, karena ingatan-ingatan itulah kita mendefinisikan diri kita hingga detik ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mawi, pada dasarnya ingatan itu tak benar-benar hilang. Hanya saja rasa dan persepsi kita bisa sewaktu-waktu berubah.
      Trims ya sdh blog walking :D

      Delete
  2. kenangan tak akan pernah hilang, hanya terselip di sudut ingatan :((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam sari,
      Hilang atau tidak, semoga kenangan itu mendewasakan ya :')

      Delete
  3. Dingin-dingin menggalau :-D Kenangan sebagai pembelajaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam fakhruddin,
      Galau boleh asal jangan lama-lama yah :')))

      Delete
  4. Aah...malah jadi kangen seorang sahabat nun jauh di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam dwina,
      Kalo kangen lbh baik disampaikan kangennya hihii

      Delete
  5. Replies
    1. Plis jangan ketawa, ini ceritanya serius ahahaa :p

      Delete
  6. Aihhh waktu memang tak mendewasakan, nyesss banget mbak.
    Sukaa banget sama foto pake payung dan sepi getimis pulaaaa akkk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam cewe alpukat,
      gaya-gayaan gitu yah fotonya hihihi

      Delete