My Life's Journal

Beberapa Hal Yang Terlupakan

12/04/2015 10:24:00 PM

Sadar atau tidak, saat ini kita hidup pada masa yang menuntut segalanya untuk serba cepat. Kita dituntut untuk segera berpindah dan segera berlari. Kita melihat beberapa orang setengah berlari, sebagian berlari pendek-pendek, dan sisanya berlari sekencang-kencangnya. Kita pun membatin, jika kita hanya melangkah kecil-kecil maka kita akan tertinggal. Jauh tertinggal dari orang-orang itu. 

Begitupun dengan saya. Belakangan ini saya memang cukup terengah-engah dengan berbagai benturan deadline. Seperti tugas-tugas kuliah, ujian komprehensif, dan bahkan kejaran proposal thesis. Saya pun berusaha keras untuk fokus pada tujuan saya. Namun ternyata semakin saya mencoba berfokus pada satu hal, saya tersadar bahwa ada beberapa hal yang saya lewatkan. Ada beberapa hal yang mungkin saya lupakan. Ya, beberapa atau mungkin hamper banyak.

Bermula pada suatu hari selepas subuh, saya bergegas menjemur pakaian di lantai 3 kostan. Saya yang kala itu memiliki jadwal kuliah pagi, memang secara sengaja mempercepat langkah. Saat memburu diri saya sendiri, ada satu hal yang kembali menyadarkan saya. Dari atas sana, saya melihat guratan sinar matahari dari ufuk timur tampak menyembul malu-malu. Untuk beberapa saat, saya menghentikan aktivitas saya. Menghirup dalam-dalam udara pagi, membiarkan semilir udara pagi merembes pori-pori kulit, dan dengan seksama mendengarkan cicitan burung-burung yang merdu. Damai. Ya Tuhan, saya melewatkan sesuatu ternyata.

Di tengah kesibukan orang-orang pada hari itu, saya memutuskan untuk berjalan dengan seksama. Tidak tergesa-gesa. Cukup menikmati setiap derap langkah yang saya buat. Memaknai setiap oksigen dan karbondioksida yang saling berhimpitan masuk dan keluar di dalam paru-paru saya. Memperhatikan sekeliling saya, tempat-tempat yang sering saya lalui, berbagai aktivitas pedagang makanan di sisi jalan, juga berbagai ekspresi tiap orang yang saya temui di sepanjang jalan. Ah saya melewatkan beberapa hal ternyata.

Pada siang harinya, saya memutuskan untuk mengerjakan tugas di taman kampus seorang diri. Membiarkan diri saya duduk di tengah kuningnya bunga-bunga yang bermekaran sambil memperhatikan lalu-lalang kesibukan mahasiswa. Saya asyik sekali memperhatikan celoteh mereka tentang tugas-tugas yang maha berat, forum diskusi beberapa kelompok yang cukup serius, serta beberapa mahasiswa yang sepertinya sangat menikmati hari itu dengan tidur-tiduran di atas rerumputan. Ah saya melewatkan banyak hal ternyata.

Hingga pada sore hari menjelang malam, saya pun mengunjungi salah satu bookstore favorit saya. Memesan wedang jahe serta cheese omelette dan duduk pada sisi balkon belakang bookstore. Berkontemplasi, mungkin itu yang saya perlukan pada saat itu. Memaknai kembali segala apa yang telah terjadi di dalam hidup saya. Juga memaknai berbagai jalan yang telah saya lalui. Tidak perlu memutar arah, cukup mengurangi kecepatan berlari saja. 

Hingga pada satu titik, saya tersadar bahwa saya cukup tergesa dalam beberapa waktu terakhir. Tiada yang salah dengan selalu menjadi cepat, hanya saja bukankan hidup hanya sekali? Sungguh sayang apabila kita tidak cermat memaknai tiap inchi perjalanan kita, kan?

Pernah ada satu teman yang berkata, “Mengapa harus tergesa-gesa, jika kamu bisa menikmati hidupmu dengan perlahan?” Bagi saya saat itu, perkataannya ada benarnya juga. Mungkin selama ini saya terlalu disibukkan oleh ketergesaan hidup, hingga saya pun luput dengan beberapa hal. Dan bisa jadi abai pada kebahagiaan saya sendiri.

Sebelum saya jauh berlari, terima kasih telah menarik saya kembali.

See other stories

4 comments

  1. Terkadang mbak, hal-hal tidak terduga sering muncul dari sesuatu yang tidak terduga. Dan biasanya lagi, berbagai hal tersebut dekat dengan kita. Nice :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju arif, kadang hal-hal yg kita anggap sepele sebenarnya punya makna lebih jika kita mau telusuri lbh dalam :)

      Delete
  2. Sesuai kata pepatah, "Ketika kita mengejar sesuatu, maka kita akan melepaskan yang lain". Memang begitulah manusia. Wajar juga manusia bisa lelah. Kemudian bergerak lebih pelan dan berhenti. Ketika berhenti itulah kita mengamati apa yang sekiranya kita lewatkan.

    Manusia (termasuk dirimu) juga tidak akan bisa terus-menerus berlari. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam mawi,
      Yg terkadang sering saya lupa adalah bahwa manusia memiliki batas. Dan saat saya sedang asik berlari, maka banyak hal2 lain yg saya lewatkan :')
      Terima kasih sudah diingatkan kembali yaaa :D

      Delete