Contemplation

Untukmu Sahabat

11/11/2015 10:02:00 PM


Ini untuk kamu; yang kini sedang berproses memasuki babak baru di hidupmu. Mungkin saat ini kamu sedang tertatih menggapai tangga-tangga kehidupan yang lebih tinggi. Lelah yah ? tapi jangan pernah menyerah ya. 

Segala apa yang terjadi di hidupmu, Jangan pernah merasa sendiri, karena sejatinya kamu tidak pernah sendiri. 

Yang harus kamu tahu bahwa di belakangmu terdapat ribuan doa-doa yang mengalun tinggi di angkasa. Di setiap malam gulita, selalu ada orang yang dengan tabah merapalkan namamu. Meminta Tuhan agar tak luput menjagamu. Pintanya untukmu sangat banyak, namun secara garis besar ia meminta kepada Tuhan agar kau selalu sehat, selalu diberkahi, dan selalu dilingkupi kebaikan. Beribu doanya untukmu, hingga terkadang ia terlupa mendoakan dirinya sendiri. 

Dia adalah ibumu.

Adakah yang memiliki senyuman paling tabah selain ibumu sendiri?

Dalam getir ia selalu tersenyum, seakan semua dalam keadaan baik-baik saja. Dalam sedih ia selalu tampak berbahagia, seakan kepahitan hidup tak pernah berkunjung di dalam hidupnya.

Tidakkah kau merindukannya?

Merindukan untuk sesekali berkeluh kesah di pangkuannya atau menceritakan segala gundah yang terus bergelanyut di hati.

Tidakkah kau merindukan masa kecilmu?

Merindukan suatu masa dimana semua masalah akan terselesaikan dengan hanya sebuah tangisan; dengan begitu ibumu akan sigap mengelap air matamu dan sesegera mungkin mengabulkan permintaanmu. Semudah itu.

Sesekali terbersit keinginanmu untuk kembali ke masa itu. masa dimana dunia masih sehangat dekapan ibu. 

Namun satu hal yang perlu kau ketahui, bahwa sewaktu kecil dulu ibumu selalu berharap agar kau lekas tumbuh dewasa. Mimpinya dulu, saat kau dewasa kau akan bertumbuh menjadi orang baik dan bermanfaat bagi dirimu sendiri juga sesama.

Kini kau telah bertumbuh dewasa. Waktu seakan bergulir begitu cepat, ya?

Kau telah dihimpit oleh kesibukan yang membaikkan. Hingga terkadang waktu 24 jam sepertinya sangat kurang untuk segala kebaikan itu. Sedangkan ibumu masih tetap dalam doa-doa terbaik yang selalu tertuju untukmu, masih tetap dengan senyuman tabahnya, dan masih tetap dengan kesederhanaannya.

Ada satu hal yang sering kali luput dari kuasamu; saat kau disibukkan dengan segala hal yang membaikkan itu, saat kau bertumbuh menjadi manusia baik, ibumu juga akan menua. Lama-kelamaan ia akan menjadi manusia renta. Namun satu hal yang tidak akan pernah berubah; dia akan terus dan terus mendoakanmu dengan letupan cinta yang tak terhingga.

Jangan pernah abai terhadapnya. Genggamlah jemarinya yang mulai melemah sembari kau mengejar asamu yang membumbung tinggi di angkasa.

Ini untuk kamu,
Semoga langkahmu selalu diterangi cahaya.

See other stories

0 comments