Contemplation

Selalu Ada Jalan

10/27/2015 08:10:00 AM


 
What doesn’t kill you, make you stronger! -Kelly Clarkson-


Saya percaya bahwa Tuhan selalu menyisipkan kelebihan di setiap kekurangan, pun pada segala kekurangan pasti selalu diseimbangkan dengan kelebihan. Namun beberapa orang memang dilebihkan memiliki kecepatan otak yang ‘lebih ngebut’ dibandingkan dengan yang lain. Sehingga tanpa perlu belajar ekstra, mungkin saja orang tersebut mudah mencerna dan memahami suatu ilmu/informasi.

Setelah melakukan pengukuran kepada diri sendiri atau istilah kerennya ‘self assessment’ ternyata saya adalah bagian dari orang-orang yang sepertinya harus belajar ekstra untuk memahami suatu ilmu. Saya harus banyak membaca sehingga saya tahu berbagai informasi. Saya harus banyak mengulang segala materi perkuliahan, karena saya mudah sekali lupa dengan hal-hal kecil. Hingga saya harus bekerja lebih keras dibandingkan orang lain untuk dapat mencapai hasil yang mungkin saja orang lain akan dapatkan dengan usaha yang tidak sekeras saya. 

Dulu saya pernah membandingkan diri dengan orang lain yang Tuhan berikan kelebihan, “Enak banget yah dia, belajar dikit langsung meresap di otak. Sedangkan gue mesti pontang-panting engga tidur cuma buat belajar.” Namun itu dulu. Setelah saya melewati beberapa hal bermakna dalam hidup, saya sadar bahwa kesusahan-kesusahan itu yang justru mencambukki saya untuk belajar. Kesulitan-kesulitan itu yang justru menempa saya untuk bertumbuh dan mendewasa.

Seperti contoh kasus ini; pernah suatu ketika saya dan Tim dihadapkan pada situasi yang sangat tidak menyenangkan. Perjuangan kami pun tidak kalah dramatisnya bahkan bisa dibilang melewati nangis darah *lebay ahaha. Namun segala kegilaan dan kestressan itu selalu ditutup dengan pertolongan Allah lewat tangan-tangan orang-orang baik yang dapat membantu.

Sehingga saat dihadapkan dengan berbagai masalah yang lebih ringan, sama dengan, atau lebih berat, saya menjadi tidak begitu mengkhawatirkannya. Maklum sebelumnya saya memang tipe pemikir yang suka sekali larut dalam permasalahan. Namun segala penempaan-penempaan itu yang justru membuat konsep berpikir saya berubah. Saya belajar banyak untuk tidak lagi melihat sebuah masalah dari sudut masalah itu sendiri tapi dari solusi yang ingin dicapai. Dan sekiranya menemukan jalan buntu padahal sudah berjuang ekstra,  keyakinan itupun muncul “ah semua pasti ada jalannya.”
 
Saya jadi kembali berpikir, ‘jika saja saya dianugerahi otak yang brilian (seperti otaknya pak habibi misalnya, ngarep!)’ mungkin saja saya akan bertumbuh menjadi orang yang arogan dan tak sempat mencicipi setiap bulir keringat perjuangan. Tuhan memang tahu kapasitas setiap hambaNya. Dia melebihkan sebagian dan mengurangi sebagian. Namun Dia tak lupa melebihkan di sisi lain dan mengurangi juga di lainnya. Semua itu agar kita berpikir dan mengambil pelajaran.

Semua pasti ada jalannya.
Walaupun jalan yang harus dilalui berliku, tajam, dan berbatu, tapi nantinya pasti terlewati juga. Hingga saya dan salah seorang sahabat mempunyai motto khusus, “Semua tugas akan selesai pada waktunya.” Walaupun harus dilalui dengan engga tidur, begadang, atau melototin leptop seharian, hehee.

Satu yang saya yakini bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Saat dirasa usaha sudah maksimal namun hasilnya belum maksimal, mungkin ada jalan lain yang lebih terang. Ada jalan lain yang lebih indah. Karena setiap kesulitan akan menemukan jalan. Dan Tuhan selalu ada untuk setiap hambaNya yang telah berjuang. Semangat, ya! :D

See other stories

0 comments