My Life's Journal

Mari Menulis! Mari Merayakan Hidup!

10/09/2015 11:45:00 PM




Bagi saya pribadi, kini menulis telah memiliki arti lebih dari sekedar melepaskan penat atau mencurahkan segala isi hati. Lebih dari itu. Menulis seperti merayakan hidup. Ada berbagai cara saya sebagai penulis yang (masih) amatiran dalam menjaga produktivitas dalam menulis. Nah kali ini saya mau berbagi beberapa tips dalam menjaga konsistensi dalam menulis. Yuk disimak yuk!

  •  Tentukan deadline
Ya deadline. Beberapa orang terlihat ketar-ketir saat mendengar kata deadline. Namun di dunia tulis-menulis, kata deadline sepertinya ampuh untuk menjaga produktivitas kita dalam menulis. Menentukan deadline merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan diri kita untuk disiplin dalam menulis. Entah sehari sekali, seminggu sekali, atau sebulan sekali. 

Saya pribadi kadang masih suka bandel dengan deadline yang telah saya buat sendiri. Entah untuk rutin dalam menulis di blog ini ataupun untuk mengikuti berbagai lomba menulis. Alhasil project-project tersebut kebanyakan mangkrak, hehee. Jangan dicontoh yah!

Pada sebuah diskusi dengan salah satu teman saya tentang bagaimana sih menjaga konsistensi dalam menulis, dia pun berkata, “Terkadang menulis itu seperti saat kita ingin buang air besar; harus segera dilakukan saat itu juga.” Agak lucu ya analoginya hehee. Memang betul. Sepertinya saat kita mendapat feeling untuk menulis, maka sebaiknya sesegera mungkin harus dieksekusi. Karena jika ditunda-tunda khawatir akan lupa.

Namun menurut penulis kawakan sekelas Dee, “Hanya penulis semi profesional yang menulis tatkala menunggu ide dan inspirasi. Penulis profesional akan menulis menurut deadline yang ditetapkannya.”

  • Cari waktu yang tepat untuk menulis
Setiap orang tentunya memiliki waktu yang berbeda dalam menulis. Saya pribadi memilih waktu malam hari atau dini hari. Alasannya karena pada saat itu ide dan inspirasi seperti datang bertubi-tubi ke otak saya *agak lebay. Tapi jika memiliki waktu senggang, saya lebih memilih untuk mengkhususkan waktu untuk menulis. Seperti menulis di taman-taman, café-café, dan berbagai ruang publik terbuka lainnya.

  •  Jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan
Untuk saat ini, saya memang belum menjadikan menulis sebagai karir profesional yang akan saya kejar. Namun terdapat impian besar di dalamnya. Saya masih menjadikan kegiatan tulis-menulis merupakan salah satu kebutuhan diri saya dalam mengekspresikan apa yang saya pikirkan. Entah segala kegelisahan hati atau penyambung pikiran saya yang kadang-kadang tidak menemukan jawaban pasti.

  • Setiap tulisan memiliki pembaca
Berbagai macam ketakutan dapat menghantui beberapa penulis terkait dengan penyaluran ide kreatifnya. Diantaranya adalah sedikit orang yang membaca tulisan, sedikit orang yang mengapresiasi karyanya, dll. Ketakutan-ketakutan tersebut sangat manusiawi. Namun jangan sampai segala ketakutan tersebut justru membelenggu diri kita untuk berkaya. 

Hal yang saya lakukan dalam menyemangati diri saat menulis adalah saya percaya bahwa setiap tulisan pasti menemukan pembacanya masing-masing. Walau hanya satu atau dua orang. Namun kita tidak pernah tau kan seberapa pengaruh tulisan kita terhadap orang tersebut. Kita tidak pernah tahu jika tulisan yang kita buat ternyata memberi kebahagiaan kepada orang lain. Atau kita tidak pernah tahu, bahwa tulisan sederhana yang kita buat ternyata berpengaruh besar kepada orang lain.

  • Menulislah dengan hati
Ada yang bilang bahwa saat kita menulis dengan hati, maka pesan dari tulisan tersebut akan sampai ke hati pembaca juga. Jadi tetaplah menulis dengan hati, karena kita tidak pernah tahu berapa banyak hati yang nantinya akan teketuk setelah membaca tulisan kita.

Terakhir, segala macam tips menulis di atas akan sia-sia kalau kita tidak memulai untuk menulis. Jadi tunggu apa lagi? Mari menulis! dan Mari merayakan kehidupan! :D

See other stories

0 comments