Traveling

Pulau Merak; One Day Full of Happiness

8/29/2015 05:13:00 PM




Berawal dari kerinduan kami untuk membolang, membagi kebahagiaan, dan menikmati perjalanan bersama, akhirnya tercetuslah ide untuk membolang pada awal bulan lalu. Sebenarnya ada banyak destinasi yang ingin kami kunjugi, namun karena keterbatasan waktu bagi teman-teman saya yang sudah bekerja dan keterbatasan dana bagi saya yang masih kuliah, maka kami pun mencari jalan tengah dari segala problematika hidup itu *halah. Setelah browsing kesana-kemari, akhirnya saya menemukan destinasi yang sepertinya cocok untuk kami kunjungi. Yup, Pulau Merak! Setelah saya memberikan berbagai situs terkait dengan Pulau Merak kepada sahabat-sahabat perbolangan saya, akhirnya mereka pun menyetujui untuk membolang ke Pulau Merak. Yeay!

Alasan utama kami memilih Pulau Merak yang terletak di Cilegon ini adalah mengingat letaknya yang tidak begitu jauh dari Jakarta, biaya akomodasi yang dibutuhkan tidak begitu mahal, dan perjalanan pun dapat dinikmati dengan satu hari penuh. Awalnya kami berkumpul di terminal Kp. Rambutan untuk kemudian menaiki bis jurusan Kp. Rambutan - Merak. Dari Jakarta kurang lebih memerlukan waktu 3 sampai 4 jam untuk sampai ke Pulau Merak. Setelah itu kami turun di Polsek Merak dan menyeberang ke Pulau Merak dengan menggunakan boat.

Kami pun diantar oleh Pak Marno menggunakan boat yang ia sewakan. Destinasi awal kami adalah Pulau Merak Kecil. Jarak tempuh dari dermaga ke Pulau Merak Kecil hanya sekitar 5-10 menit. Di Pulau Merak Kecil ini kita dapat bermain air, berenang, memburu sunrise/sunset, ataupun hanya sekedar menikmati semilir angin yang sesekali berhembus. 


Setelah dirasa cukup untuk bermain-main di Pulau Merak Kecil, kami pun dijemput oleh Pak Marno untuk menyeberang ke Pulau Merak Besar. Cukup menghabiskan tak kurang dari 5 menit untuk menyeberang dari Pulau Merak Kecil ke Pulau Merak Besar. 

Di Pulau Merak Besar banyak hal yang bisa kita lakukan seperti di Pulau Merak Kecil. Yang unik dari Pulau Merak Besar adalah terdapat makam salah satu tokoh ulama disana. Namun pengunjung dilarang untuk melihat makam tersebut. Selain itu terdapat pula ranting pohon yang kokoh dan sepertinya sudah didesain khusus untuk bermain ayunan. 






Saat lapar mendera, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang bersama. Di Pulau Merak Besar maupun kecil, tidak ada jaringan listik, warung, ataupun rumah warga. Jadi kami dari awal memang telah merencanakan untuk membawa bekal dari rumah masing-masing untuk dimakan disana secara bersama-sama.

Dari kedua pulau ini –Pulau Merak Kecil maupun Pulau Merak Besar- lamat-lamat terlihat pelabuhan Merak di seberang mata. Dengan hilir mudik kapal yang berlalu lalang menjadi pemandangan yang unik dari kedua pulau ini. Ah rasanya pulau ini bisa saya jadikan sebagai tempat pelarian, jika sewaktu-waktu saya didera rindu akan bau asin air laut, sunrise dan sunset yang menggoda, atau sekedar berjalan menyusuri bibir pantai.

 



Perjalanan kali itu memang terasa singkat, cukup dengan satu hari penuh. Namun rasa-rasanya satu hari tersebut telah membayar kerinduan saya dengan sahabat-sahabat perbolangan saya. Dari situ saya memahami bahwa destinasi bukanlah tujuan utama, namun membagi kebahagiaan bersama orang-orang yang kita sayangi adalah hal paling utama.



TIPS & TRICKS :

  1. Jika menggunakan kendaraan pribadi arahkan mobil/motor ke arah Pelabuhan Merak. Hentikan kendaraan di Polsek Merak, sebelum Pelabuhan Merak. Kendaraan dapat Parkir di Polsek Merak. Setelah itu hanya membutuhkan 100 meter dari belakang Polsek Merak menuju dermaga, selanjutnya menyeberang menggunakan boat. 
  2. Jika menggunakan bis, dari jakarta dapat menaiki bis jurusan Kp. Rambutan- Merak, pesan ke kondekturnya untuk diturunkan di Polses Merak. Sesampainya di Polsek Merak, jalan kaki kurang lebih 100 meter ke arah belakang polsek menuju dermaga dan menyebrang dengan menggunakan boat. 
  3. Estimasi biaya akomodasi: Bis Kp.Rambutan-Merak Primajasa = 30.000, sewa boat ke Pulau Merak Kecil dan Besar = 25ribu. Jadi untuk PP kurang lebih memerlukan Rp.85.000,- 
  4. Saat menyewa boat, pastikan kita meminta nomor telepon bapak pemilik boat-nya. Hal ini dilakukan untuk melakukan konfirmasi penjemputan kembali. 
  5. Di Pulau Merak Besar dan Kecil tidak ada listrik, warung, ataupun rumah warga. Jadi jangan harap bisa membeli popmi untuk diseduh disana. Alternatifnya adalah kita dapat membawa bekal dari rumah untuk dimakan bersama disana. Selain itu saya sarankan untuk melakukan urusan toileting di Polsek Merak sebelum menyeberang. Di Pulau Merak ngga ada toilet, kakak! :D 
  6. Terakhir, hayuk sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan dengan membawa kembali sampah yang kita hasilkan. Selamat berjalan! :D

See other stories

6 comments

  1. Aku yang baru tau pulau merak atau memang pulau ini jarang terekspose ya mbak? Biaya perjalannya masih terjangkau banget, Bisa dicoba nih!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam khoirina,
      Kayanya msh kurang terekspos kalo dibandingin kepulauan seribu deh. iyah bener banget lumayan buat refreshing, hemat uang dan waktu :D btw trims yah udh blog walking :)

      Delete
  2. Pantainya bersih dan panoramanya juga menarik. Airnya bersih sepertinya sunsetnya bagus nih. Semoga tetap terjaga pantainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam dodon,
      Bener bgt pulaunya indah dan punya potensi jd salah satu tempat wisata bahari. Tapi sayang msh banyak sampah di pulaunya :") semoga masyarakat dan pemerintah aware buat ngejaga pulau itu. Btw trims yah udh blog walking :D

      Delete
  3. Seringnya dengar merak cuma pas di berita mudik doang. Tapi liat fotonya kayaknya pantainya keren. Dulu pantai di ujung Jawa yang terkenal itu Anyer, apa yang ini jauh dari sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete