Contemplation

Tentang Jodoh

7/15/2015 08:27:00 PM



 sumber gambar disini


“Kamu yakin ?” ia pun mengangguk yakin.

“Kamu kan belum kenal dia sepenuhnya?”

“Engga masalah.”

“Apa yang membuatmu yakin ?”

“Entahlah, mungkin Allah.”

“Dulu katanya gak mau dijodohin, kenapa sekarang menyerah?”

“Bukan dijodohin, cuma dikenalin. Dikenalin itu mengandung 2 opsi. Kalo sama-sama cocok bisa dilanjutin, kalo engga yaudah jadi temen aja.”

“Berarti kamu untung yah, dikenalin langsung cocok.”

“Dalam jodoh gak ada untung rugi, semua udah terkorespondensi satu-satu.”

“Maksudnya ?”

“Kamu percaya kan tiap orang udah punya jodohnya masing-masing? Dalam bertemu jodoh gak ada istilah untung-rugi maupun cepat-lambat. Semua udah terkorespondensi satu-satu, jadinya tinggal gimana cara kita menjemputnya aja. ” Aku menggangguk setuju.

“Jadi kamu yakin dia itu jodohmu ?”

“InsyaAllah.”

“Kamu sendiri gimana ?”

“Seperti katamu tadi, aku ingin menjemputnya dengan cara yang baik.”

“Lalu ?”

“Mungkin sekarang aku belum baik. Jadi Allah minta aku untuk belajar banyak dulu, supaya nanti pantas dapat jodoh yang baik.”

“Semoga kamu dipertemukan Allah dengan jodoh yang baik, dalam keadaan yang baik, dan di waktuNya yang baik.”

“Aamiin!”


Langit telah memerah, begitu pula dengan mataku. Air mata hangat meleleh pada sudut pipi. Menemani salah satu sahabat terbaik melepas masa lajangnya. Menjadi saksi perjalanan hidupnya dalam menemukan jodoh, rasanya tak heran jika dia memang pantas dapat yang baik. Barakallah, semoga sakinah, mawaddah, warrahmah.

****

See other stories

0 comments