Traveling

Semburat Kenangan Manis di Pulau Pahawang

7/07/2015 07:55:00 PM


Ini merupakan kali pertama saya menjejakkan kaki di tanah Sumatera. Tepatnya di Lampung, salah satu surga tercantik di batas selat sunda.


Pada pertengahan tahun 2014,

Suara mesin speedboat memecah kesunyian di pagi itu. Laju speedboat yang kencang, membelah perairan Ketapang yang tenang. Speedboat melaju sangat cepat, berbanding lurus dengan perasaan saya yang senang bukan kepalang. Perasaan senang yang membuncah bak anak kecil yang diberikan sekeranjang lolipop. Hore, saya kembali ke air!


tengah malam di Pelabuhan Merak, mari menyeberang! 

Bersama dengan sahabat perbolangan saya yang terdiri dari guru-guru muda, single, dan haus akan pertualangan *halah, perjalanan inipun kami mulai. Destinasi tujuan kami kala itu adalah Pulau Pahawang Besar dan Kecil, serta Pulau Kelagian Besar dan Kecil. Awalnya gugusan pulau ini bukan merupakan tujuan utama kami. Saya masih ingat sesampainya kami di Pelabuhan Bakauheni, kami masih bimbang untuk memutuskan destinasi mana yang akan kami tuju. Akhirnya kami sepakat untuk pergi ke Pantai Mutun dan menyeberang ke Pulau Pisang. 

Kami pun menyewa mobil travel dari Pelabuhan Bakauheni ke Pantai Mutun. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pantai Mutun kurang lebih 1 ½ Jam lamanya. Namun sesampainya kami disana, kami harus menelan kekecewaan dikarenakan Pantai Mutun ditutup untuk umum. Menurut cerita sedang terjadi sengketa di Pantai tersebut, sehingga untuk sementara waktu pantai Mutun tidak dibuka untuk umum. 

Tidak kehabisan akal, supir mobil sewaan kami pun menawarkan untuk mengantarkan ke Dermaga Ketapang. Kata Beliau, dari Dermaga ketapang kami dapat menyebrang ke Pulau Pahawang dan Kelagian yang tak kalah cantiknya dengan Pantai Mutun. Namun beliau juga meminta biaya tambahan jika ingin diantarkan kesana. Setelah tawar-menawar harga yang cukup sengit, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Dermaga Ketapang dan siap menjelajah gugusan pulau di sekitarnya. Hip hip hore!

Dengan menggunakan speedboat, kurang lebih menghabiskan waktu 30 menit dari Dermaga Ketapang menuju ke Pulau Pahawang. Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan dengan gugusan pulau cantik yang terbentang di setiap sudutnya. Air yang biru, pulau-pulau yang terbentang kehijauan, awan-awan yang berarak, seakan menambah keromantisan pagi itu. Ah Lampung, cantik sekali! 


 Posed! di speedboat :)

Destinasi pertama kami adalah Pulau Pahawang. Pulau Pahawang terbagi menjadi 2 pulau, yakni Pulau Pahawang besar dan pahawang kecil. Pahawang besar dan kecil hanya dipisahkan oleh bentangan pasir yang menjembataninya. Jika air surut, bentangan pasir itu akan terlihat. Sehingga Pulau Pahawang Besar maupun Kecil akan terlihat menjadi satu-kesatuan. Namun jika air pasang, Pulau Pahawang Besar dan Kecil akan terlihat seperti dua pulau terpisah.

Kala itu air di Pulau Pahawang sangat tenang, ombak hanya sesekali menerpa bibir pantai. Pasir putih, gradasi kebiruan airnya yang jernih, menambah keindahan Pahawang kala itu. Di Pulau Pahawang kami totalitas bermain air, berenang, dan foto-foto. Ya karena di saat itu tidak terdapat pengunjung lagi selain kami, jadilah Pulau Pahawang layaknya pulau dan pantai pribadi, hehe. 




Puas main-main di Pulau Pahawang, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelagian Besar dan Kecil untuk snorkeling. Supir Speedboat kami memberhentikan speedboat di tengah-tengah gugusan Pulau Kelagian. Dan benar saja, ternyata ini spot terbaik untuk snorkeling! Saat saya menceburkan diri ke dalam laut, saya seperti masuk ke dalam kerajaan bawah laut sangat indah. Banyak terumbu karang, ikan-ikan berwarna-warni yang berlalu-lalang, ubur-ubur, dan aneka biota laut lainnya yang cantik!

Terumbu karang yang terdapat disini pun terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang besar, kecil, pun dengan bentuknya sangat unik. Di dalam terumbu karang yang besar, biasanya banyak ikan-ikan bersembunyi. Sesekali saya menunggu ikan-ikan tersebut keluar dari terumbu karang, dan benar saja penantian saya berhasil. Sekelompok ikan cantik berwarna biru keluar dari sarangnya untuk menyeberang ke terumbu karang lainnya. Saya berusaha menyentuh ikan-ikan kecil itu, tapi ternyata gerakan saya kalah cepat dengan gerakan mereka.

Sesekali teman saya menunjukkan spot lain yang terdapat bintang laut. Saya pun dengan sigap ingin melihatnya. Dan benar saja ada bintang laut yang sedang bersandar di terumbu karang. Warnanya biru elektrik, bukan berwarna pink seperti yang biasa saya liat di televisi. Semua tampak jernih dipandang mata. Saya agak  gentar saat beberapa ubur-ubur kecil menghampiri, namun ternyata ubur-ubur ini tidak menyengat. 

Sayangnya karena keasyikan snorkeling, kami tak sempat mengabadikan moment di Pulau Kelagian ini. Kata orang, “Saat kita bahagia waktu seakan bergulir begitu cepat.” Pepatah itu sepertinya benar, karena belum puas rasanya saya ber-snorkeling ria namun matahari telah beranjak turun dan ini menandakan kami harus bergegas pulang. 

Ah, menulis cerita ini mengingatkan saya kembali pada segala kenangan yang terukir manis di Lampung. Bersama sahabat-sahabat seperjalanan, saya belajar banyak hal. Tidak hanya tentang destinasinya; namun saya belajar tentang proses bargaining dengan orang-orang di luar pulau, mendapat pengalaman duduk di jok bis paling belakang dari Terminal Rajabasa menuju Pelabuhan Bakauheni dimana seharusnya jok bis tersebut tempat untuk menyimpan barang tapi ini untuk duduk manusia yaitu; 'Kami' (ini pengalaman yang gak akan pernah saya lupa seumur hidup hahaa), dikibulin serta dimanfaatin oleh oknum-oknum yang tidak berprikemanusiaan terhadap backpackeran seperti kami, dll. 

Ya saya sadar bahwa setiap perjalanan tidak hanya melulu soal destinasinya, tapi pengalaman-pengalaman berharga itulah yang nantinya akan terus dikenang. Memberikan pelajaran juga mendewasakan. Menyesapi berbagai ciptaan Tuhan Yang Maha Besar sehingga saya belajar untuk terus merendahkan hati dalam berpijak di bumiNya. Rasanya selalu ada saya yang baru seusai melakukan perjalanan. Dengan pemikiran yang lebih terbuka, juga meluasnya perspektif saya akan segala hal; bukan hanya kulit yang gosong karena terbakar sinar matahari hehee.
 



P.S: Untuk Ms. Lulu dan Ms. Ulfa, semoga sukses di tempat barunya. Untuk Ms Amel dan Uqon semoga semakin bersinar. Dan untuk Danni sukses terus di Padang, ada waktu mainlah ke Jakarta. Saya rindu Clutchpackers, semoga kelak ada kesempatan untuk kita bisa berjalan bersama lagi. Jadi kapan kita kemana ? :D




TIPS & TRICKS:

  1. Bagi kalian yg baru pertama kali ke Lampung, setibanya di Pelabuhan Bakauheni jangan menunjukkan muka planga-plengo yah. Pura-pura tahu, sok keren gpp lah *hahaa. Nanti kalian akan diserbu oleh calo-calo maupun supir-supir yang menawarkan jasa mobilnya untuk disewa. Kuncinya: tawar harga sewanya sampe serasional mungkin! :)))
  2. Untuk menghemat budget, kami memotong cost menginap di hotel dengan cara menghabiskan malam hari di perjalanan. Caranya: Berangkat dari Jakarta malam hari, lalu menyebrang di Pelabuhan Merak tengah malam, dan sampai Pelabuhan Bakauheni pada waktu subuh. Seharian puas menjelajahi  Lampung dan kembali ke Pelabuhan Bakauheni malam hari. Menyeberang kembali pada tengah malam dan sesampainya di Pelabuhan Merak pagi hari. Total perjalanannya 3 hari 2 malam, cocok buat kalian yang engga menganggarkan cost hotel *seperti kami hehe. 
  3. Selamat berjalan! :D
 

See other stories

18 comments

  1. senang bacanya., salam dr blogger asal lampung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Ayay,
      Belum puas rasanya main2 di lampung. Msh ada ada teluk kiluan, way kambas, pulau pisang, dll yg blm dieksplor. Semoga ada kesempatan kesana lagi, aamiin! :')
      Btw trims yah sdh blog walking :D

      Delete
  2. Wow ke lampung yaa.. Pas banget nih mampir ke sini kebetulan aku domisili lampung. Salam kenal :D
    Iya kalo ke pantai mutun ada bnyk pulau yg bisa di sebrang, coba bawa kamera air pasti lebih seruu. Eh iya kalo snorkeling enaknya pas pantainya surut jadi ikannya keliatan jelas, oh iya kalo mau nyebrang ditawar juga tuh sewa perahunya biar bisa miring.. Hehehe

    Udah pernah ke kiluan belom? Kita bisa liat lumba2 loh di sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Daridan,
      Baru sempet ke pahawang sama kelagian doang nih, belum ke mutun, teluk kiluan, dll. Mudah2an ada kesempatan untuk kembali ke lampung buat ngebolang lagi hihii :')
      Trims infonya yah, salam kenal ;)

      Delete
  3. Pernah mau travel ke daerah lampung, tapi banyak opini negatif tentang daerah itu, karena masih sayang keluarga, ga jadi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Fahri,
      Yah sayang bgt, padahal lampung jd salah satu destinasi yg wajib diekspor loh :D
      Saya jg banyak kendala pas disana, salah satunya dikibulin oknum2 gak bertanggung jawab. Tapi justru itu seninya, saya jd belajar banyak, gak kapok, dan pengen kesana lagi hehee #jadicurhat :')
      Btw trims yah udah blogwalking :D

      Delete
  4. Wah seru nih, Bagus juga buat jadi Referensi liburan. Kapan-kapan 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam ade,
      Seru banget, ayok liburan ke lampung! ;)
      Trims yah udh blog walking :D

      Delete
  5. cakep bgt tempatnya..
    https://aksarasenandika.wordpress.com/2015/07/12/buat-bapak-semua-hanya-masalah-waktu/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam wiso geni,
      Trima kasih yah sudah blog walking :D

      Saya sudah meluncur ke blog kamu, tapi gak bisa kirim komentar. Apa karena beda platform yah?

      Delete
  6. Lampung itu baru ujungnya Sumatera bagian timur. Kapan-kapan coba lebih ke barat lagi, Sumatera Barat dan Aceh, di sanalah menurut saya sarangnya keindahan alam tanah Sumatera.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Arizuna,
      Iya, di sumatera saya cuma pernah ke lampung doang nih :")
      Wah aceh salah satu tujuan traveling saya selanjutnya, mudah2an dikasih kesempatan untuk bisa kesana. Btw trims yah udh blog walking :D

      Delete
  7. Bagus yaw tempatnya,,, Saya sendiri asal dari lampung malah belum mengeksplorernya, sudah tapi hanya Pantai Pasir Putih,, Terima kasih yaw mbak sudah berkunjung ke Lampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Anis,
      Wah sayang bgt kalo belum eksplor banyak, padahal lampung banyak spot cantik loh hehee. Sama-sama anis, semoga kelak saya punya kesempatan untuk kembali kesana, aamiin! :D
      Trims yah udh blog walking :D

      Delete
  8. Saya belum pernah ke Pahawang, tetapi sudah ada rencana mau ke sana. Sedari lahir tinggal di Lampung, saya belum pernah mengeksplor lampung. Yang pernah saya kunjungi satu-satunya hanya Way Kambas, itu pun karena dekat dengan rumah saya.

    Jangan kapok main ke Lampung ya kak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Hafifah,
      Satu hal yg harus kamu tahu, bahwa tempat kelahiranmu itu memiliki pesona alam yg luar biasa, jd harus bangetttt dieksplore yaaa hihihi.
      InsyaAlloh engga kapok, jika Alloh ksh kesempatan dan rejeki mau banget kesana lagi khususnya ke teluk kiluan.
      Seneng bgt dpt kunjungan dr org lampung, trims yah sdh blog walking :D

      Delete
  9. makasih nih tipsnya kak :)

    trip bersama kekasih atau keluarga di Paket Wisata Dieng

    ReplyDelete