Contemplation

Maukah Menua Bersama ?

7/21/2015 01:53:00 PM



Apa yang paling membahagiakan selain menghabiskan masa tuamu bersama orang-orang yang kau cintai ?


sumber gambar disini


Mudik memang menyisakan banyak cerita bagi sebagian orang yang menjalaninya. Kembali ke kampung halaman, bertemu dengan orang-orang yang dicintai, merajut kembali segala kenangan manis di tanah kelahiran, merupakan salah satu anugerah yang sangat berharga. Tak terkecuali denganku. Banyak hal-hal menarik yang aku temukan di kampung halaman ibu saat mudik tahun ini. 

Saat aku perhatikan, ternyata di kampung halaman ibuku terdapat cukup banyak orang-orang berusia lanjut. Di sepanjang jalan, tak jarang aku temukan orang-orang berusia lanjut namun masih aktif dan produktif dalam bekerja. Entah bekerja mencari nafkah keluarga maupun melakukan pekerjaan rumah sehari-hari. Banyaknya populasi orang-orang berusia lanjut di desa-desa, dimungkinkan karena sebagian besar rumah di desa dihuni oleh para orang tua sedangkan anak-anak mereka memilih merantau di kota dan membangun keluarga.

Melihat pemandangan seperti itu, entah mengapa mengingatkanku pada masa tua. Sebuah masa dimana raga tiada kuasa melawan waktu. Kulit mengeriput, rambut memutih, mata yang tak lagi tajam, dan menyisakan tenaga yang tak sepenuh masa muda dulu. Jika Tuhan beri umur, bukankah menyenangkan bila ditemani oleh orang-orang yang kita cintai dalam melewati masa tua? Entah ditemani anak maupun pasangan hidup. Aku pernah membaca salah satu buku yang mengatakan bahwa,

“Saat kau beranjak tua, sesungguhnya kau tidak lagi memerlukan harta yang berlimpah, keagungan, maupun kebanggaan  yang kau cari-cari saat muda. Namun hidup berbahagia dan nyaman dengan orang-orang yang kau cintai, itu sudah lebih dari cukup.”

Suatu waktu aku pernah membayangkan di hari tuaku kelak, aku akan tinggal di sebuah rumah sederhana bersama pasangan hidupku. Membiarkan anak-anakku mengembara mengejar mimpi-mimpi mereka. Pada sore hari setelah lelah bekerja, kami duduk-duduk di teras sambil menyesap teh hangat. Berbincang hangat sambil mengenang kembali masa-masa indah sewaktu muda. Berpuluh tahun dilalui bersama, bertumbuh dan saling mendewasakan, juga mececap setiap takdir Tuhan menjadi kesyukuran dalam hidup yang tak habisnya.

 Terlepas dari segala takdir Tuhan atas hidup, mati, serta umur setiap hambaNya, maukah kau menua bersamaku ?




See other stories

4 comments

  1. Kalau ada 2 insan yg memiliki cita² tulus untuk bisa hidup menua bersama, jawabannya adalah bisa dan pasti mau 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam akhsan,
      Aamiin! Semoga segera dipertemukan dgn insan tsb yah :D
      Trims sudah blog walking ;)

      Delete
  2. Tuhan pasti memberikan yang terbaik, hopefull :)

    ReplyDelete