Traveling

Punclut; Eksotisme Bandung di Malam Hari

6/19/2015 03:29:00 PM


“Mau Kemana lagi kita ?”

Kalimat itu terlontar begitu saja sesaat setelah puas mengililingi Dago Pakar (cerita tentang Dago Pakar dapat dibaca disini). Walau matahari telah beranjak turun, namun semangat kami untuk berjalan-jalan masih tetap menyala. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Punclut untuk sekedar menikmati kota Bandung di malam hari. Saya beserta teman-teman seperjuangan yang tergabung dalam assesment team kala itu, memutuskan menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan. Maklum pada saat itu kami merupakan pendatang baru yang belum mengetahui banyak hal tentang seluk beluk kota Bandung. Ditambah beban tugas pun belum banyak menghampiri, sehingga keputusan untuk berjalan-jalan seharian diharapkan dapat merefresh otak kami sebelum nantinya bertempur dengan tugas maha dahsyat lainnya, hehee. 

“Ayo puas-puasin jalan, sebelum tugas numpuk!” kata salah satu teman saya. 

Punclut atau Puncak Ciumbuleuit merupakan sebuah kawasan daratan tinggi terdekat dari Kota Bandung. Dari ketinggian Punclut, kita dapat melihat wajah kota Bandung secara 180 derajat. Setiap minggu pagi banyak warga yang melakukan olahraga di kawasan ini, namun pada malam hari Punclut mengadirkan suasana eksotisme tersendiri. 

Perjalanan yang kami tempuh dari Dago Pakar ke Punclut kurang lebih menghabiskan waktu 40 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Setibanya kami di Punclut telah berbaris berbagai macam kios maupun restoran yang tidak hanya akan memanjakan perut namun juga memanjakan mata. Terdapat berbagai macam menu yang ditawarkan, dari mulai jajanan kecil hingga makanan berat. Daya tarik restoran di Punclut tidak hanya menawarkan makanan yang enak, namun juga menawarkan pemandangan indah kota Bandung dari ketinggian. Ada yang bilang, semakin ke atas semakin bagus pula view untuk melihat wajah Bandung pada malam hari. Jadi dianjurkan harus pintar-pintar dalam memilih restoran yang memiliki menu yang enak juga view yang cukup indah.



these beautiful pictures were taken by my friend, Gallan.


Kami pun memutuskan untuk makan di salah satu restoran yang merupakan rekomendasi salah seorang teman, namun saya lupa persis nama restorannya. Harga untuk makanannya sendiri berkisar antara 20-50ribu rupiah. Harga yang cukup sebanding dengan view indah yang juga ditawarkan oleh restoran ini. Di restoran ini terdapat saung-saung yang menghadap langsung ke arah pemandangan kota Bandung. Kala itu sepanjang mata memandang yang terlihat hanya kerlap kerlip lampu kota menghiasi tanah Pasundan. Cantik! Adalah kata yang paling tepat dalam menggambarkan wajah Bandung malam itu.  






Disana jauh diujung sana terlihat hiruk-pikuk kota Bandung pada malam hari yang dihiasi pernak-pernik berbagai macam lampu kota. Namun dari sini, dari ketinggian Punclut saya melihat kota Bandung dari sisi yang lain. Dari kesunyian yang hanya ditemani suara jerik jangkrik, dari udara yang sangat dingin hingga merembes ke pori-pori, dan dari gelapnya malam dengan penerangan yang remang. Seakan itu semua membenarkan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa, “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum.” 


Malam semakin pekat, namun Bandung akan tetap bercahaya hingga esok pagi tiba. 

 



TIPS & TRICK:
  • Untuk menuju Punclut dari arah Dago Pakar, dapat langsung turun ke bawah ke arah perempatan Mcd Dago dan mengambil arah menuju Ciwalk. Dari situ dapat terus mengikuti jalan hingga menemukan Rumah Sakit Salamun. Dari Rumah Sakit Salamun dapat mengambil jalan ke atas menuju jalan Bukit Raya. Kurang lebih 5-10 menit akan sampai pada kawasan Punclut. 
  • Selamat berjalan-jalan! :)   

See other stories

4 comments

  1. waw,, bisa masuk list kalo lagi di bandung.. ini semacam tempat kayak bukit moko kan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam alan,
      Iyah semacem bukit moko, tapi Punclut gak setinggi bukit moko dan lebih deket dijangkau dr bandung kota :D

      Delete
  2. Wah bagus ya pemadangannya d malam hari...baru tau, padahal dari rmhku lumayan deket hehee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam aliya,
      Wah kalo deket, sayang bgt kalo gak kesini mbak. Hayuk ke punclut yuk! :D

      Delete