Traveling

Pesona Bukit Moko dan Patahan Lembang

4/21/2015 09:52:00 AM



Ada yang bilang, ”Ketika hatimu patah, bawalah kakimu untuk melangkah.”

Bagi sebagian orang yang patah hati, membawa kaki melangkah jauh dipercaya dapat mengobati luka hati atau setidaknya meminimalisirnya. Namun bagi saya pribadi, indikasi saya harus melangkahkan kaki adalah saat keruwetan dan kestresan mulai menari-nari di kepala. Itu tandanya, “Oke, Mungkin saya lelah dan butuh piknik!”.

Secara tak sengaja saya membuka folder foto jalan-jalan di leptop dan mata saya langsung tertuju pada folder foto perjalanan ke Bukit Moko bersama para sahabat saya. Perjalanan itu kami lakukan pada saat semester lalu tepatnya pada akhir bulan Desember 2014. Saat itu saya berserta para sahabat memutuskan untuk sejenak hiking ke Bukit Moko. Bulan Desember tahun lalu memang bulan yang penuh dengan deadline tugas, UAS, beserta antek-anteknya. Bisa dipastikan pada bulan Desember kemarin, tiada hari tanpa melototin leptop, diskusi dengan kelompok, dan malam-malam panjang yang dihabiskan dengan begadang. Sehingga saat memiliki satu hari untuk libur, kami langsung sigap menggunakannya untuk refreshing. Bisa dibilang ingin lari dari tugas-tugas yang membelenggu walau untuk sementara waktu hehee. 

Awalnya kami ingin melihat sunrise di Bukit Moko dan berencana berkumpul jam 4.40 WIB di depan kost’an saya. Namun karena satu dan lain hal, kami baru berkumpul pada pukul 05.00 pagi. Perjalanan pagi-pagi buta menuju Bukit Moko dari kosan saya yang terletak di Geger Kalong kurang lebih menghabiskan 40-50 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Alhasil malang pun tak bisa ditolak, kami malah didahului matahari yang terlebih dahulu terbit. Rencana melihat sunrise dari ketinggian Bukit Moko pun Gatot! Gagal Total! :”) 




Rasa kekecewaan karena ketinggalan sunrise terbayar karena Bukit Moko di pagi hari masih memiliki pesona yang luar biasa. Udara dingin langsung menyapa kami sesampainya di Bukit Moko dan selimut kabut tebal pun masih terlihat menggulung-gulung di angkasa menambah kecantikan Bukit Moko. Dari ketinggian Bukit Moko ini kami bisa menikmati sebagian besar wajah Kota Bandung secara 180 derajat. Hamparan bukit-bukit nan hijau dan kicauan merdu burung-burung yang silih berganti menambah daya tarik Bukit Moko itu sendiri. Sesekali saya menghirup dalam-dalam udara dingin di sekitar saya dan membuangnya secara perlahan-lahan. Rasanya damai.

Bukit Moko terletak di Kecamatan Cimenyan Bandung. Kebanyakan orang menyebut Bukit Moko dengan Bukit Bintang. Karena di puncak bukitnyanya terdapat bintang yang cukup besar. Menurut cerita, yang memiliki bukit ini bernama Haji Moko, jadilah orang-orang banyak mengenal bukit ini dengan nama Bukit Moko. Untuk sejenak menikmati kepulan kabut beserta panorama wajah Bandung dari ketinggian Bukit Moko, sebenarnya kami tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Cukup dengan membayar parkir sebesar Rp.5000,-. Namun alangkah sayangnya, apabila kami sudah di Bukit Moko tapi tidak mengunjungi Patahan Lembang. Karena tidak mau  menyia-nyiakan kesempatan, kami memutuskan untuk memulai pertualangan mencari Patahan Lembang. Di atas Bukit Moko terdapat sebuah loket yang menjual tiket untuk menuju ke Patahan lembang dan dengan cukup membeli tiket sebesar Rp. 8.000/orang kami dapat memulai hiking ke Patahan Lembang. 

in frame: Bli Eka

Perjalanan menuju Patahan Lembang cukup menyita tenaga. Jalan menuju Patahan Lembang terdiri dari jalan-jalan tanah yang sempit dan kecil. Sebenarnya untuk medannya sendiri tidak begitu curam. Namun tanah yang kami pijak sangat licin karena semalaman diguyur hujan, alhasil kami harus berhati-hati dalam berjalan jika tidak ingin terpeleset. Selama perjalanan menuju Patahan Lembang, kami disuguhkan berbagai macam pemandangan yang sangat indah. Gundukkan bukit, jajaran hutan pinus, aneka bunga-bunga yang cantik, nyanyian burung, seakan semua menjadi satu kesatuan yang terus menyemangati kami untuk mencari Patahan Lembang. 

in frame: Dewi Ekasari

Dan akhirnya setelah mendaki gunung melewati lembah, Patahan Lembang pun kami temukan. Horeee!!! Dari Patahan Lembang, terlihat pula sebagian wajah Kota Bandung. Indah Banget! Rasanya segala peluh yang bercucuran, kaki yang pegel-pegel, rasa ingin tahu yang cukup besar, kebayar semua dengan pemandangan Patahan Lembang. Subhanallah! Bersyukur banget Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bisa melihat salah satu kebesaranNya. Hasilnya, segala rasa penat, stress, ruwet, pun hilang berganti dengan perasaan senang, bahagia dan damai.




 “Saat diri berada pada titik jenuh yang teramat tinggi, mungkin saatnya berhenti sejenak dari rutinitas dan lakukanlah perjalanan.”



Memang dengan melakukan perjalanan engga langsung memecahkan masalah sih, toh tugas-tugas saya juga tetep menumpuk. Tapi seenggaknya dengan berjalan saya dapat menemukan hal-hal baru, menambah perspektif saya tentang banyak hal, dan memperkaya hidup saya dengan pengalaman baru. Dan lagi, saya ditemani para sahabat seperjuangan yang tentunya menambah keseruan perjalanan kali itu. Good Place, Good Friends! ;)

Tunggu apa lagi, Yuk jalan yuk!




TIPS & TRICKS : 

  • Akses untuk ke Bukit Moko memang lebih mudah dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi entah mobil atau motor. Patokannya sebelum terminal Cicaheum, dapat mengambil jalan ke arah Padasuka (Saung Angklung Mang Udjo). Dari situ tinggal mengikuti jalan saja hingga melewati Caringin Tilu (Cartil) terus hingga naik ke atas.
  • Medan untuk ke Bukit Moko terdiri dari banyak tanjakan, untuk itu cek kondisi kendaraan agar benar-benar FIT (terutama rem) sebelum benar-benar pergi kesana.
  • Disarankan menggunakan sepatu yang tidak licin saat hiking ke Bukit Moko. 
  • Selamat berjalan, Jaga terus kebersihan lingkungan, Salam Lestari ! 
  • Untuk catatan kedua tentang perjalanan ke Bukit Moko dan Patahan Lembang, dapat dibaca disini

See other stories

12 comments

  1. Yeeyyy...Akhirnya diupload jugaa nih :D.....I like it Miss Chia.....Aku sukaa ma kalimatmu "Ketika hatimu patah, bawalah kakimu untuk melangkah"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu yah upload'an jalan2 selanjutnya yah hahaa. Nah makanya mesti sering-sering jalan supaya gak patah hati #lah :D

      Delete
  2. keren nampaknya bukit moko ini.
    view nya oke banget, dan udaranya sepertinya sejuk banget ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam i jeverson,
      Keren banget! Cocok buat hiking pokoknya hehe, ayo ke Bukit Moko! ;)

      Delete
  3. Replies
    1. Salaam taufiqur rohman,
      Bener banget, #BandungJuara! :D

      Delete
  4. mba, di bukit moko ini ada hotel ato villa ga sih? pgn ksana, tp bawa anak kecil... jd kalo ada penginapan yg proper, pgn lgs nginep aja gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam mbak fanny,
      Sepanjangan penglihatan saya sih yg ada cuma kedai-kedai makanan sama rumah warga mbak. Tapi coba cari di caringin tilu (cartil), disitu kayanya ada penginapan. Cuma dr cartil ke bukit moko mesti nanjak lagi pake kendaraan pribadi mbak :D

      Delete
  5. kalo dari moko patahan lembang itu deket mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam mbak vigi,
      Deket mbak, itu udah satu jalur kok. Klo udh di moko, naik ke atas dikit, ada pos untuk nerusin treking ke patahan lembang :D

      Delete
  6. kakk enak banget ih kayaknya tempatnya :"(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam arifinda,
      Betul tempatnya enak bgt, hayuk ke bukit moko! :D

      Delete