Traveling

Gunung Munara: antara Cinta, Keyakinan, dan Perjuangan

1/17/2015 01:38:00 PM



“Libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore, horeee!” –Tasya-

Libur semester memang hal yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian mahasiswa, karena disaat itulah waktu yang tepat untuk sejenak melepaskan kepenatan dunia kampus beserta antek-anteknya. Bagi saya, momen liburan kali ini akan saya maksimalkan untuk liburan hehe. Setelah kembali pulang, saya langsung menghubungi sahabat-sahabat per’bolang’an untuk sekedar merencanakan perjalanan kami selanjutnya. Sebenarnya rencana perbolangan kami udah banyak banget, dari mulai kesini kesitu kesono, tapi karena kami sudah memiliki kesibukan masing-masing jadinya susah banget yang namanya menyatukan jadwal ckck-_- 

Dan tiba-tiba salah satu sahabat saya yang super duper sibuk syuting mengajak ngetrip ke gunung, huwow jarang-jarang kan dia punya waktu libur di tengah waktu syutingnya yang padet hihihi. Akhirnya kami sepakat untuk membolang ke Gunung Munara, di Bogor. Karena kami masih beginner dalam urusan nanjak gunung alias tidak ada satu pun dari kami yang pernah naik gunung, maka kami cuma menyiapkan bekal seadanya; duit secukupnya dan bekal buat makan siang disana. *Sambil berdoa di dalam hati semoga semuanya berjalan dengan baik-baik saja. 


Kami memilih Gunung Munara sebagai tujuan perbolangan kami karena menurut info yang kami dapat dari mbah gugel, disini bisa sehari ngetrip alias one day trip jadinya gak perlu nginep. Mengingat jadwal syuting salah satu sahabat saya yang padet dan juga jadwal kerja sahabat saya yang lain, maka one day trip emang cocok banget sama waktu luang yang kami punya. Lokasi Gunung Munara ini letaknya di Rumping Bogor sehingga akses dari dari Depok dan Jakarta pun lumayan dekat. Kami pun janjian untuk bekumpul di Depok, setelah itu kami naik angkot biru 03 sampai Pasar Parung. Dari Pasar Parung, kami melanjutkan naik 106 ke arah Rumping. Jangan lupa di angkot 106 kita harus memesan sama abang angkotnya untuk diturunin di Gunung Munara. Kalo ketemu abang angkot yang baik, nanti dia akan nurunin kita pas di meeting point Gunung Munara. Dari Depok, kurang lebih butuh sekitar 1,5 Jam untuk sampe ke meeting point Gunung Munara. Itupun kalo gak macet yah, kalo macet yah bisa 2-3 jam. 

Kebiasaan kami ngangkot dalam setiap perbolangan memang sepertinya sudah mendarah daging. Meskipun sebagian dari kami memiliki kendaraan pribadi seperti motor, tapi sebagai bolang sejati kami memilih angkot. Alasannya simple, di dalam angkot atau di kendaraan umum lainnya kami dapat menghabiskan waktu bersama-sama untuk sekedar berbagi cerita dan melepaskan tawa bersama-sama. Maklum kini kami sudah dipisahkan oleh jarak dan pekerjaan masing-masing.

Saya cukup excited dengan trip kami kali ini, maklum saya belum pernah sama sekali yang namanya naik gunung. Da aku mah apa atuh~ dari turun angkot kami mesti jalan kurang lebih 1 kilometer ke dalam buat ketemu meeting point kedua. Setibanya kami di meeting point kedua ini kami dimintai uang retribusi sekitar 2500,- per orang, lalu dicatat nama-namanya dan dimintai nomor telfonnya. Tujuannya sih katanya buat memastikan kami bisa kembali lagi nanti setelah nanjak ke Gunung Munara. Setelah membayar uang retribusi kami pun memulai perbolangan, yuhuu!

Dengan langkah penuh keyakinan kami mulai menapaki jalan-jalan menuju Gunung Munara, tapi apa daya belum juga 200 meter kami udah diteriakin sama penjaganya kalo kami salah arah. Yang harusnya belok kanan, kami malah jalan lurus aja dengan PD’nya (Biar salah mesti pede! Hehee). Awalnya track yang harus dilalui masih jalan yang cukup datar berupa kebon-kebon, tapi lama-lama jalan mulai menanjak juga. Baru berapa menit berjalan kami sudah kelelahan. Ini yang dinamakan pentingnya persiapan fisik seperti olahraga terlebih dahulu sebelum naik gunung. Yah walaupun gunung-gunungan :’) setelah bersusah payah akhirnya sampai juga kami di Pos 1. Pos 1 berbentuk rumah gubuk tapi lumayan enak buat dijadiin tempat istirahat sementara, dan disaat itu ada beberapa pendaki *cielah pendaki* yang sedang beristirahat juga. Kami pun sempat mengobrol dengan mereka. Begini enaknya jadi pendaki, kemana pun pergi walaupun awalnya engga kenal tapi seperti ketemu keluarga sendiri. Setelah itu kami berpamitan dan melanjutkan ke Pos 2. Track menuju Pos 2, sudah cukup menantang, kemiringannya pun sudah mulai tidak landai lagi.

Sebelum lanjut tracking, foto dulu :D

Kebanyakan istirahatnya :')

Sesampainya di pos 2 kami memutuskan untuk istirahat *istirahat mulu :’)* Setelah cukup tenaga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Jarak antara pos 2 dan 3 cukup dekat, jadi kami memutuskan untuk menskip istirahat (prok prok! :D). Menuju pos 4 yang berarti sudah cukup dekat dengan puncak, kami memutuskan untuk istirahat di Gua sambil foto-foto. Track menuju pos 4 pun mulai terjal, track yang berbatuan benar-benar menuntut ketahanan fisik untuk melewatinya. Katanya untuk mencapai Puncak Munara cukup 45 menit atau 1 jam. Tapi karena kami masih sangat pemula dan kebanyakan foto-foto di tengah jalan, alhasil kami menghabiskan 1 jam 30 menit untuk mecapai puncak Munara hehe. Dan setelah perjuangan panjang, akhirnya sampai juga di Puncak Munara, Yipi! :D

Horee sampe puncak!

Di Puncak Munara, saya melihat salah satu keindahan yang Tuhan ciptakan. Semua terlihat jelas dari sini. Sejauh mata memandang, hanya terdapat hamparan pepohonan yang menyerupai permadani kehijauan yang sangat indah. Ada yang bilang, Gunung Munara ini cuma kebon-kebon yang agak tinggi, karena cuma punya ketinggian engga lebih dari 1000 mdpl. Tapi bagi saya yang pemula dalam hal nanjak gunung, untuk mencapai Puncak Munara memerlukan perjuangan, kerja keras, dan motivasi diri yang kuat untuk mencapai Puncak Munara *halah. Segala rasa lelah dan peluh yang bercucuran terbayar pas sudah sampai di Puncak Munara. Di Puncak Munara, saya merasakan cinta Tuhan yang begitu dalam terhadap Bangsa Indonesia dan  ini hanya secuil dari berbagai keindahan alam yang Ia titipkan, kepada kita; Bangsa Indonesia.


Tuhan maha baik, masih memberikan saya kesempatan untuk dapat melihat sisi lain dari Indonesia. Dari sini dari puncak Munara, saya mengambil banyak pelajaran. Semoga Tuhan selalu memberikan saya kesempatan untuk melihat sisi lain dari keindahan Indonesia, semoga!





Di Puncak kami juga bertemu dengan rombongan pendaki lainnya. Mereka berasal dari dari Bogor. Saya sering membaca buku tentang pendakian,  dimana para pendaki selama di atas gunung saat bertemu dengan pendaki lainnya sering menganggap mereka seperti saudara sendiri. Dan disini, di Puncak Munara hal itu ternyata benar adanya. Walaupun awalnya kami tidak pernah saling mengenal, lama-kelamaan kami langsung akrab. Saya seperti bertemu teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Yah kami dipertemukan dan dipersatukan oleh alam.

Bersama para pendaki dari Bogor

Banyak pelajaran yang saya ambil dari perjalanan saya kali ini, bahwa ternyata terkadang hidup sama seperti saat kita mendaki gunung. Untuk mencapai puncak gunung yang menjadi goals kita, pasti banyak aral melintang. Entah track yang sulit, bebatuan yang terjal, kerikil yang walaupun kecil namun bisa saja membuat kita terpeleset, atau mental block yang mempengaruhi kita akan rasa lelah sehingga tidak mampu menuju puncak. Segalanya adalah kesulitan-kesulitan yang harus kita lalui hingga kita benar-benar mendapatkan apa yang kita tuju, Puncak Gunung. 

Diluar sana banyak cerita-cerita hebat tentang pendakian gunung yang lebih menantang, tapi saya memaknai lebih dalam perjalanan saya bersama para sahabat ke Gunung Munara. Bahwa sejatinya, traveling bukan sekedar sebuah perjalanan, tapi bagaimana kita bisa menikmati perjalanan itu.
Semoga perjalanan kali ini merupakan awal dari penjelajahan saya ke gunung-gunung lainnya di Indonesia, aamiin ! :D

TIPS and TRICKS:
  • Gunung Munara cocok banget buat kamu yang punya waktu libur singkat, karena cukup sehari aja kamu bisa mencapai puncak Munar.
  • Banyak yang bilang, kalo Gunung Munara itu bukan Gunung tapi kebon-kebon yang cuma ‘rada tinggi’ hehee tapi tetep aja yah namanya di alam tetep jaga omongan dan jangan sembarangan. Dan karena katanya ini gunung yang menyerupai kebon, ada baiknya bawa lotion anti nyamuk biar bebas digigitin nyamuk,
  • Ada baiknya bawa baju ganti, karena walaupun medannya gak begitu susah, tapi tetep aja keringet bercucuran bro!
  • Selama pendakian inget prinsip alam yah: tak ada yang diambil kecuali foto dan tak ada yang ditinggalkan kecuali jejak kaki.
  • Selamat mendaki ! :D

See other stories

18 comments

  1. Wahhh.. udah lama gak naik gunung. Terakhir 2 tahun lalu waktu ke Semeru.
    Munara ini kyknya enak buat naik gunung sambil santai yaa? Coba ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam Arie,
      Wah keren banget udah ke semeru, cita-cita saya tuh hehe
      Bener bgt, apalagi cuma butuh sehari. Kalo udh biasa naik gunung, kesini udah gak kaget lagi deh :D

      Delete
  2. wah,, nanjak pake rok? apa gak belibet :D
    saya gak pernah naik gunung meski itu hanya "kebon-kebonan yang tinggi",, males capek,, paling pernah ke kaki gunung tampomas doang, duh itu capeknya ampun-ampunan >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam iilajah, iyah itu temen saya emang kece bgt ke gunung pakd rok :D
      Wah kaki gunung tampomas dimana tuh?
      Awalnya saya jg bgtu, tp skrng malah pengen nanjak lagi :))

      Delete
  3. Replies
    1. Salaam fikri,
      Ayo refreshing dgn nanjak gunung atau eksplore Indonesia :))

      Delete
  4. iya bener mbak, tiap papasan sama pendaki lain pasti nganggep saudara sendiri.
    #SalamLestar :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam erdi, bener! Jd ngerasa punya keluarga baru yah :D
      #SalamLestari terimakasih sudah blog walking yah :D

      Delete
  5. Bisa masuk list nya ini buat dirasakan langsung... Makasih ulasannya ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama lapak medan, ayo naik gunung! ;)

      Delete
  6. hihihi.. terakhir dan pertama kalinya naik gunung.. naik gunung gede.. cobain deh trip ny panjang.. sekalian muhasabah.. pokoknya bisa jadi titik balik buat semua orang yang mau mulai hidup baru.. #curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. gunung Gede Pangrango? Wah sebenernya pengen bgt kesana, apalagi ada Mandalawangi yg melegenda. Tapi apadaya blm dikasih kesempatan :") Mudah2an suatu saat bisa menjejakkan kaki disana, aamiin! :")

      Delete
  7. Ahhh Gunung munara ini daridulu pengen kesini blm tercapai, ajak ajak dong kak~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam irham,
      Ayo hiking kesini, seru dan deket bgt loh dari jakarta :D

      Delete
  8. Ah munara, Ini suka tak jadikan pelampiasan akhir pekan kalau lagi gak bisa jalan jauh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam khoirina,
      Betul, letaknya staregis dan kejangkau yah, lumayan buat melepas stress dan penat hihii :D

      Delete
  9. Kereeennn, jangan lupa baca cerita gue jg di gunung munara disini http://eby-hariatno.blogspot.co.id/

    ReplyDelete