Contemplation

Meninggalkan atau Ditinggalkan ?

11/12/2014 07:47:00 PM



sumber gambar: disini


Sadar atau tidak, manusia hanya memiliki 2 pilihan dalam hidup. ‘Meninggalkan’ atau ‘Ditinggalkan’. Ada masanya, orang-orang yang kita sayangi akan pergi meninggalkan kita, entah untuk sementara atau selamanya. Begitupun dengan diri kita sendiri. Cepat atau lambat kita akan meninggalkan semua yang kita miliki. Bahkan seharusnya kita berpikir ulang, apakah yang kita memiliki saat ini benar-benar kita miliki ?

Selepas kepergian ayah, aku banyak berfikir bahwa ternyata begitu mudahnya seseorang pergi untuk meninggalkan orang lain. Bahkan orang-orang yang dicintainya sekalipun. Bukan, bukan tentang ketidakrelaan. Tapi lebih kepada esensi dari proses kepemilikan dan kehilangan itu sendiri. 

Jika aku perhatikan alur kehidupan ini, maka aku mempelajari 2 hal; Pertama, orang-orang  lama telah pergi. Mereka meninggalkan berbagai macam kenangan yang tersimpan rapih di ulu hati. Dan kedua, orang-orang baru akan datang. Mereka akan turut mencatat lembar demi lembar sejarah baru di kehidupan kita selanjutnya. Begitu seterusnya, datang dan pergi. 

Dan pada akhirnya, kita harus memilih untuk; meninggalkan atau ditinggalkan.

Hingga aku sadari hanya ada 2 pilihan di dalam hidup, “meninggalkan” atau “ditinggalkan”. Ada saatnya kita menjadi objek yang ditinggalkan atau ada kalanya kita berperan sebagai subjek dalam meninggalkan orang lain. Yah, semuanya menyangkut tentang meninggalkan dan ditinggalkan. Orang tua, pasangan hidup, anak, semua akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Hingga esensi dasar dari sebuah pemikiran ini adalah;

“Jika manusia mati tidak akan membawa apapun, seharusnya kita tidak pernah merasa kehilangan apapun. Karena sejatinya, kita tidak pernah memiliki apapun. Apapun.”

See other stories

10 comments

  1. kalimat terakhirnya bikin nyesek, tapi emang bener sih.. selain itu meninggalkan atau ditinggalkan sama-sama 'berpisah' jadi harus sangat menghargai masa-masa sebelum berpisah :")

    ReplyDelete
  2. Wardah adina : iyah, selama masih diberikan hidup dan belum berpisah harus memberikan yg terbaik :') terima kasih sudah blog walking, salaam! :))

    ReplyDelete
  3. Nasirullah : alhamdulillah, masih harus belajar lagi :D terima kasih sudah blog walking, salaam! :D

    ReplyDelete
  4. Pencerahan banget tulisan_nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam nur shodiq,
      Alhamdulillah jika bermanfaat :)
      Trims udah blog walking :D

      Delete
  5. Quote terakhirnya ngena banget :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sengaja fik, buat reminder diri sendiri juga :)))

      Delete
  6. Gaya menulisnya hampir mirip sama penulis buku motivasi best seller. Buku #Nasihat Diri karangan Mas Tedi :)

    Ini nih yang namanya galau positif. Kesedihan yang melahirkan kata-kata bijaksana :D

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam fai,
      Wah saya belum baca bukunya, bisa jd tambahan referensi buku nih :D
      Alhamdulillah, semoga terus dapat mengambil hikmah dr setiap kejadian yg menimpa :')
      Btw, trima kasih yah sudah blog walking :D

      Delete