Rhymes

Ayah dalam Kenangan

11/08/2014 11:03:00 PM




Ayah,
Sesaat setelah aku dilahirkan ke dunia dari seorang ibu yang hebat,
Kau menggendongku perlahan, mengusap pipiku, dan menggenggam tangan mungilku
Lalu kau melantunkan adzan di telinga kananku
Dan memberiku nama yang indah dengan pengharapan yang cukup besar
Saat itulah dimana aku diperkenalkan pada laki-laki yang pertama kali mencintaiku
Yah, Laki-laki pertama yang mencintaiku

Ayah,
Aku masih ingat, saat aku masih kecil dan belum mengenal huruf hijaiyah
Seusai kau shalat, kau selalu memintaku untuk duduk di pangkuanmu
Akupun menurut untuk sekedar memperhatikanmu melantunkan ayat-ayat Al-Quran
Dari situ kau mengenalkan Tuhan padaku
Tuhan yang Maha Rahim, yang memiliki jiwaku juga jiwamu

Ayah,
Kau tahu, hari minggu merupakan hari paling bahagia dalam hidupku
Saat itu kau sering mengajakku untuk sekedar bertamasya ke taman topi
Kita bersama-sama menaiki kereta ekonomi ke Bogor
Di dalam kereta aku sering melihatmu memberikan tempat duduk kepada ibu-ibu
Atau sekedar memberikan uang kepada pengemis, padahal kau bilang bahwa uangmu hampir habis
Aku sering merajuk kepadamu, karena kau lebih memilih memberikan uangmu kepada pengemis dibandingkan dengan memberiku permen gulali
Namun ternyata, kau sedang mengajariku untuk memberi
Untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain

Ayah,
Kau tau apa yang paling diimpikan bagi kebanyakan anak gadis ?
Yah, saat mereka akan menikah tentunya ingin ditemani sang ayah tercinta disampingnya
Untuk menjadi walinya,
Untuk sekedar menghantarkan ke gerbang baru dalam hidupnya
Untuk melepaskan kepada laki-laki yang dicintai putrinya
Dan memastikan laki-laki itu baik untuk putri kesayangannya

Namun takdir berkata lain
Kenyataan pun terkadang tak sesuai harapan
Belajar untuk berdamai dengan diri sendiri adalah jalan satu-satunya
Yah, belajar untuk menerima kenyataan
Belajar untuk ikhlas
Belajar untuk rela
Belajar untuk tabah melepaskanmu pergi ke haribaanNya

Ayah,
Kini mereka mengenalku dengan sebutan Yatim
Tak berbapak
Namun bagiku, selamanya kau akan selalu ada
Walaupun tubuhmu tak disisi lagi, namun cintamu akan selalu abadi di hati ini

Ayah,
Berbahagialah menyambut kehidupan barumu
Beristirahatlah dengan tenang, di pangkuan Tuhan
Semoga Tuhan menempatkanmu di tempat terbaik,
Di sisiNya dengan hakiki


'Sesungguhnya tiada saat terindah kecuali saat kembali kepadaNya dalam keadaan khusnul khotimah, dan tiada tempat terbaik kecuali ditempatkan di disisiNya, Tuhan Maha Rahim."


See other stories

6 comments

  1. mengharukan..
    turut berduka cita
    semoga beliau mendapatkan ridhaNya
    aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin yaAllah! terima kasih yah :)

      Delete
  2. sedih :"( kangen ayah jadinya :( semangat terus chia sayang :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kelak kita dapat dipertemukan kembali dengan ayah-ayah kita di surgaNya yah, aamiin! :")
      semangat juga buat meina sayaanggggg *big hug*

      Delete