Contemplation

Dua Sisi Mata Uang

9/28/2014 06:43:00 AM



Hidup memang seperti dua sisi mata uang. Bahagia dan sedih bagaikan 2 sisi mata uang yang saling berdampingan. Terkadang disadari atau tidak, kebahagiaan dan kesedihan datang di dalam satu paket yang bersamaan. Disatu sisi, aku sedang berbahagia menikmati masa-masa kehidupan baruku sebagai mahasiswa (lagi) di Bandung. Namun disisi lain kesedihan melanda disaat Tuhan mengambil ayah dari sisi ku. Dari sisi kami. 

Ucapan selamat penuh penyemangat atas kuliahku datang bergantian dengan ucapan belasungkawa atas kepergian ayahku. Seakan belum genap bibir menyungging senyuman dengan segala tantangan dan kehidupan baru di Bandung namun sudut mata terpaksa meneteskan air mata hangat melepaskan kepergian ayah ke haribaanNya.

Inilah dunia, ada bahagia dan ada sedih. 

Suka atau tidak, tapi kebahagiaan harus dibarengi dengan kesedihan. Agar seimbang. Agar segalanya tak berlebih-lebihan.

Satu pelajaran penting yang kupetik dari kepergian ayah adalah:
“Jika manusia lahir dan mati tidak membawa apapun, maka seharusnya manusia tidak pernah merasa kehilangan apapun. Karena sejatinya manusia tidak pernah memiliki apapun. Apapun itu.”

Struggling for The Better Future Special Needs Education of Indonesia


Kini, waktunya untuk mengejar mimpi kembali. Menggapai asa yang masih terkantung-kantung di kaki langit. Membuat ibu bangga. Menjadi panutan bagi adikku. Dan berusaha sekuat mungkin menjadi anak solehah agar ayah bahagia di sisi Allah. 

Sebagai anak pertama dan anak perempuan satu-satunya di keluargaku, aku memang dituntut untuk kuat. Tidak cengeng. Tidak ada sandaran untuk bermanja-manja lagi. Aku hanya bisa bersandar kepadaNya. Kepada Allah Azza wa Jalla.

Semoga Allah selalu menuntunku menjalani kehidupan ini dan memberikan keberkahan dalam setiap langkahku. Untuk terus membahagiaan orang-orang yang kusayangi dan untuk terus bermanfaat bagi sekitar, aamiin ! 


Even your body has buried at soil, but your everlasting love always in my heart, dad. May Allah placing you at the best place in the His side. Selamat jalan, ayah! :')



See other stories

3 comments

  1. Bagi insan pencari makna hidup, bahagia dan sedih selalu berjalan beriringan
    Menyikapi hidup dg berjiwa besar menjadikanmu bertahan
    Sabar adalah kunci dari pintu kesuksessan
    Ikhlas adalah jalan lain menuju sebuah penerimaan
    Namun 1 hal yg sering luput dari perhatian..
    Menerima bukanlah sebuah pembenaran dalam suatu keadaan
    Tapi bagaimana kita dapat memberi dalam keadaan teersebut

    Jadi Chia, sekarang kamu udah liat pola dari rencana Allah kan?
    Yakinlah dibalik ini, Allah sedang mempersiapkan rencana lain yg lebih indah untukmu
    Allah sayang sama kamu, tapi untuk saat ini Allah lebih sayang sama Ayahmu
    Jangan berhenti pada lembaran ini saja. Baliklah, torehkan kisah lain, semangat baru, prestasi lainnya, doamu, ibadahmu, dan mimpi2mu agat Allah membacanya dan menjadikannya tambahan amalan untuk ayahmu di sana
    Aamiin

    ReplyDelete
  2. Aamiin aamiin ya rabbal alamin :') mangats terus! :')

    ReplyDelete