Contemplation

Berteman dengan Kegagalan

6/08/2014 11:52:00 AM




Kata orang sih: Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan


Kita mungkin sering mendengar pepatah yang berbunyi “Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan” tapi apa jadinya kalau kita sendiri yang mengalami kegagalan itu? Gak hanya sekali, tapi berulang kali. Mungkin orang lain bisa bercuap-cuap memberikan motivasi ini-itu, tapi yang merasakan pahit getirnya kegagalan yah kita sendiri. So, kayanya Cuma kita sendiri deh yang bisa memilih mau tetep terpuruk dengan kegagalan atau bangkit dari kegagalan?

Well, sebenernya aku sekarang ada dimasa-masa itu. Dimasa kegagalan kayanya terus menyelimuti dan ‘dipaksa’ untuk berteman dengan kegagalan. Belakangan ini, aku sering mengikuti berbagai lomba menulis tingkat nasional. Tapi hasilnya nihil alias belum pernah menang. Jangankan menang, masuk 10 besar ataupun 50 besar juga engga. Pokoknya selama mengikuti kompetisi menulis, aku belum pernah menang deh. Sedih banget yah pastinya. Sampe kepikiran buat berhenti menulis, karena menurutku mungkin aku emang gak pantes kali yah jadi penulis. Mungkin juga aku emang gak ada bakat di bidang tulis-menulis.

Padahal aku udah tulis semua planning aku secara terperinci, buat 5 tahun ke depan pada Mind Map* yang aku pajang di depan lemari. Salah satunya adalah someday buku yang aku tulis bisa jadi best seller dan terus dipajang di toko buku terkemuka. Logikanya, gimana mau punya buku best seller, kalo lomba aja gak pernah menang. Iyah kan? Istilahnya minggu-minggu ini kelabu banget, kalo kata anak gaul sekarang tuh “Fix banget lagi GALAU”. Bedanya kalo kebanyakan orang galau karena cinta, kalo aku galau karena gak pernah menang. Beda tipis yah, hihihi.

Hingga akhirnya, aku menemukan Mind Map ku tahun lalu. Fyi, aku punya 2 Mind Map di rumah. Satu untuk jangka Panjang, rencana-rencana 5 tahun ke depan. Yang satu berisi rencana jangka pendek 1 tahun ke depan. Nah biasanya aku mengganti Mind Map yang satu tahun ini apabila semua goals ku telah tercapai dan menggantikannya dengan target-target hidupku yang baru.

Saat aku membaca Mind Map ku tahun lalu, aku merinding sendiri. Ternyata semua target hidupku selama 1 tahun telah tercapai. Lulus tepat waktu dengan IPK yang lumayan bagus, langsung memiliki pekerjaan, dll. Semua target-target hidup yang ingin kucapai, benar-benar tercapai pada tahun 2013 kemarin. Setengah tak percaya, karena ternyata aku telah melewati sejauh ini untuk mencapai itu semua. Aku telah bekerja keras dan berhasil untuk melewati itu semua. Jadi untuk apa berputus asa? Untuk apa meratapi kegagalan?

Darisitu aku bertekad bahwa segala sesuatu pasti bisa dilewati untuk mencapai berbagai goals yang sudah aku susun di Mind Map. Aku yakin tidak akan mudah untuk mencapainya, namun pasti bisa dicapai. Walaupun sekarang gagal terus, asal terus menulis, insyaAllah nanti ada jalan. Biarin deh sekarang jadi penulis blog amatiran dulu, insyaAllah nanti bisa profesional yah hihihi, aamiin!

Apapun mimpimu, tulis di Mind Map sekarang juga, tulis juga step by step cara-cara untuk meraih mimpi-mimpimu itu, liat setiap hari, lakukan secara berkala step by step cara-cara untuk meraih mimpi-mimpimu itu. Jangan lupa berdoa yah, dan lihat cara Tuhan mengabulkan semua mimpi-mimpimu. Kalo kata Andrea Hirata, “Bermimpilah, karena Tuhan akan selalu memeluk mimpi-mimpiku, mimpi-mimpimu, dan mimpi-mimpi kita semua.” InsyaAllah aamiin!



*Mind Map itu semacam Peta Tujuan Hidup yang berisi target-target hidup yang ingin kamu capai. Kalo aku buatnya dari kertas asturo terus aku tulis deh apa aja yang ingin aku capai selama 1 tahun ke depan. Tulis apa aja yang kamu mau, misalnya target satu tahun ke depan mau dapet beasiswa terus sekolah di luar negeri, tulis aja. Tapi jangan lupa disampingnya ada usaha-usaha apa aja yang bisa merealisasikan mimpi-mimpi kamu itu. Misalnya: latihan speaking, writing, listening in english, latihan secara kontinyu toefl dan ielts, dll. Terus tempel Mind Map yang udah kamu buat bisa ditempel di tempat-tempat yang sering kamu lihat. Misalnya di di lemari, di samping kaca, dll. Kalo aku ditempel di lemari, tujuannya sih supaya setiap bangun tidur aku liat itu Mind Map terus menerus lalu semua itu akan masuk ke pikiran bawah sadarku dan secara gak langsung itu akan mempengaruhi pikiranku dalam bekerja hingga terwujudlah semua goals yang udah aku tulisin disitu. So, selamat mencoba! :)) 


See other stories

2 comments

  1. Terus semangat kak! ( ^^)9
    Kegagalan akan membuat kita lebih dewasa, dewasa dalam bersikap dan mengambil keputusan di masa yang akan datang. Terlebih dalam kegagalan sebuah hubungan :( *nah loh curhat :D

    ReplyDelete
  2. Salaam Arie, betul! kegagalan apapun itu harus dijadikan pendewasaan diri. yang paling penting kalo gagal: coba lagi, coba lagi, dan coba terus.
    duh kalo masalah relationship, saya agak kurang paham hahaa :D
    anyway, terima kasih yah sudah menyempatkan membaca :)

    ReplyDelete