Contemplation

Hikmah: Jangan Terlalu Menuntut

2/05/2014 10:17:00 PM



Hikmah ataupun ilmu memang bisa datang darimana saja dan kapan saja. Termasuk saat menghadiri akad nikah salah satu sahabatku beberapa hari yang lalu. Seperti prosesi akad nikah pada umumnya setelah melakukan ijab qobul, maka ada nasihat pernikahan yang akan disampaikan salah satu orang yang telah ditunjuk oleh pihak keluarga untuk kedua mempelai. Sebenarnya nasihat pernikahan tersebut tidak hanya ditunjukkan untuk kedua mempelai, namun semua orang yang hadir disitupun bisa menghambil hikmahnya. Entah mengapa aku tertarik mendengarkan Sang Ustad (aku lupa namanya siapa hehe :p) memberikan nasihatnya, dan berikut aku share apa yang Beliau sampaikan:

Pada kesempatan itu, Sang Ustad banyak menyinggung tentang banyaknya ketidakbahagian sebuah pernikahan. Berapa banyaknya pernikahan yang disesali setelah 10 tahun hidup bersama. Berapa banyak pernikahan yang telah dibina bertahun-tahun namun berujung perceraian karena diduga tanpa kebahagiaan.

Banyak hal-hal terutama dari sifat manusia itu sendiri yang menyebabkan ketidakbahagiaan. Keadaan yang tidak sesuai rencana, orang-orang yang bersikap tidak sesuai dengan harapan, dll. Salah satu penyebabnya adalah; Terlalu nenuntut orang sekitar, That’s the point!

Saat seorang istri banyak menuntut suami untuk membelikan ini itu namun suami tidak mengabulkannya, maka istri akan kecewa. Begitupun dengan suami, saat suami banyak menuntut istri untuk bisa melakukan ini itu namun istri tidak dapat melakukannya, maka suami akan kecewa. Kekecewaan ini lah yang merupakan sebab dari ketidakbahagiaan yang merupakan pangkal dari ketidakharmonisan rumah tangga.

Aku termenung mencerna ceramah ustad tersebut. Sesungguhnya hal yang ingin aku bahas disini bukan banyak menuntut dalam rumah tangga (mengingat aku belum punya pengalaman dalam hal itu :p) namun banyak menuntut pada lingkungan sekitar. Aku langsung berpikir sejenak, jangan-jangan selama ini sumber ke’stress’an diri, kegelisahan, serta kekecewaan gara-gara aku banyak menuntut orang-orang disekitarku.

Saat aku menuntut lebih orang-orang di sekitarku untuk melakukan ini itu dan aku berekspektasi mereka dapat melakukannya. Namun saat mereka tidak mampu untuk melakukannya, perasaan kecewa pun akan muncul. Sesungguhnya perasaan kecewa, ketidakbahagiaan, kegelisan, karena tidak menyerahkan sepenuhnya hati kepada Allah.

“Tiada ada yang pantas untuk disandarkan, kecuali Allah yang memiliki Arasy yang agung.”

Keadaan memang mudah untuk mengecewakan kita, namun pilihan untuk bersyukur dan berbahagia adalah pilihan diri kita sendiri. Jangan pernah menuntut banyak terhadap orang lain yang jelas-jelas hanya manusia biasa yang selalu mempunyai celah. Sesekali tanyakan pada diri apakah kita sudah pantas untuk menuntut itu semua? Apakah kita sudah cukup baik dalam menuntut diri sendiri? Tuntut diri sendiri untuk bisa menolerir bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Termasuk orang-orang yang telah kita tuntut untuk memenuhi berbagai macam ekspektasi kita. Sadarkan diri bahwa mereka hanya manusia biasa yang memiliki celah, sama dengan kita diri sendiri.

“Sesungguhnya manusia hanya mahluk lemah dan dhaif, dan hanya kepada Allah segala urusan diserahkan.”

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari sesi sharing tadi dan terima kasih kepada Pak Ustad yang telah memberikan secercah pemahaman :")


See other stories

0 comments