Rhymes

Aku dan Duniaku

1/17/2014 09:15:00 PM



Heho 2014!
2014 dimulai dengan kekalahanku dalam mengikuti salah satu ajang lomba puisi. Jangankan menang, terpilih sebagai 50 besar aja engga :”) Sedih? Pasti. Kecewa? Iya. Tapi aku berusaha menghibur diri, dengan menyakinkan diri sendiri bahwa ini bukan akhir segalanya. Yah mudah-mudahan dengan semakin banyaknya penolakan, menjadi pembakar semangatku untuk berkarya dan belajar lagi. Aku beranggapan bahwa setiap yang professional pasti melalui tahap amatir. Dan setiap penolakan adalah kerikil-kerikil kecil yang selalu ada agar tetap waspada dan belajar :”)
Anyway puisi ini bertemakan tentang “Aku dan duniaku”, enjoy this one guys! :D



Aku dan duniaku

Aku dan duniaku
Aku dan mereka

Aku tanpa mereka bagaikan rembulan tua yang kehilangan cahaya
Meredup saat menunggu fajar tiba
Perlahan hilang
Dan mati tak bersisa

Duniaku adalah mereka
Pada duka mereka yang terpendam dibalik canda tawa
Pada tangis mereka yang tak kasat mata
Dan pada jeritan mereka yang terdengar seperti gema samar-samar

Kurasakan kedukaan mereka, pada setiap goyangan dedaunan yang hampir jatuh
Kulihat tangis mereka, pada setiap air mata yang meranum
Kudengar jerit mereka, yang menyibak luka pada kemarau kemarin sore

Mereka datang kepadaku seperti angin di musim kemarau
Berdebu dan kering
Perih, lalu meninggalkan bekas sakit di pelupuk mata

Mereka datang kepadaku seperti oase di padang pasir
Tetap bertahan walau sendirian
Tetap hangat ditengah panas
Tak beranjak dan tetap setia

Aku; guru mereka
Aku mengajari mereka membaca, menulis, berhitung
Namun mereka mengajariku hidup
Dan mereka adalah guru kehidupan itu sendiri

Yah mereka adalah anak-anak kiriman Tuhan
Yang membawa luka namun dirindui saat perginya


See other stories

2 comments

  1. Permainan diksinya aku suka! :) salam kenal ya kak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. salaam rafiq! terima kasih telah #BlogWalking ke blog saya :))

      Delete