Contemplation

Refleksi Diri (Lagi)

12/27/2013 10:10:00 PM



“Pelaut ulung tidak akan dihasilkan dari laut yang tenang. Dia terbentuk dari laut yang penuh gelombang dan juga badai.”

Ada saatnya dimana manusia merasa lelah menghadapi segala persoalan hidup dan ingin menyerah. Saat-saat ingin mengaku kalah dengan persoalan dan lari dari kenyataan. Tapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya saat-saat itulah manusia berada pada titik terkuat dalam dirinya.
“You never know how strong you are, until you don’t have any choices except to be strong.”
1.      Memaksakan diri untuk kuat
Kuat disini bukan didefinisikan kuat raga, namun kuat menghadapi segala persoalan hidup baik yang berupa riak-riak kecil gelombang maupun badai tsunami yang datang. Ibarat besi yang selalu ditempa akan semakin berkilau, begitu pula manusia. Ujian hidup yang datang ibarat penempaan bagi manusia untuk memunculkan karakter-karakter diri yang berkualitas. Kedewasaan tidak akan muncul pada orang yang tidak belajar untuk mandiri. Kamatangan berpikir tidak akan muncul pada orang yang mempunyai jam terbang sedikit di dalam hidupnya. Dan jiwa besar tidak akan muncul pada orang yang tidak pernah ditempa di dalam hidupnya.
2.      Berusaha untuk selalu Positive Thingking
Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang lemah. Untuk itu manusia memerlukan Allah SWT untuk bersandar. Allah tidak akan memberikan cobaan seberat yang tidak bisa manusia kerjakan. Untuk itu berusaha positive thingking atas rencana Allah yang telah Ia rancang untuk kita.
3.      Terus Belajar
Jika sekolah mempunyai batas tingkatan untuk belajar, maka lain hal dengan proses kehidupan. Manusia memang ladang untuk berbuat salah, namun hidup memaksa manusia untuk terus belajar dan memperbaiki kembali. Kesempatan untuk memperbaiki kembali memang tergantung dari masing-masing manusia. Apakah masih mau belajar atau tidak. 

Ayahku pernah berkata, “Hidup adalah proses. Di dalam proses tersebut terdapat banyak tingkatan. Di setiap tingkatan terdapat ujian. Saat kita lulus di satu tingkatan maka kita akan naik ke tingkatan selanjutnya, dan begitupun seterusnya. Kita akan mendapati setiap orang akan berada pada tingkatannya masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Gapailah tingkatan tertinggimu! Janganlah kamu mau dikalahkan dengan persoalan, karena sesungguhnya persoalanmu hanyalah partikel kecil di jagat semesta yang maha luas ini.”


Dan semoga aku, kamu, dan kita semua akan mampu mencapai tingkatan tertinggi dalam hidup hingga waktu kembali kepadaNya. Aamiin!

See other stories

0 comments