Special Education

a life I live in

6/02/2013 11:23:00 PM






Halo! selamat datang di blogku. Oke to be honest, I’ll writing about what I’m thingking. I really don’t care about judging by people, I just writing what I wanna about. This is my blog, feel free to leave ya. Haha sounds like skeptic ya, mm well if you’re ready to decide made a blog, that means you have ready for people to-know about yor life, and automatically they have their own oponion about your life. Oke we’ll leaving about what-the-hell people judging, what-the-hell people judge they don’t really know about you, and what-the-hell judgement by people, it doesn’t influencing anymore in your life, life must go on! 
I just wanna telling about a part of me (sounds like narsis ya? Haha) 
Aku Rafiatul Adawiyah Putri, tapi aku cukup dipanggil Chia aja. Kenapa kok bisa dipanggil Chia? Apa korelasinya dipanggil Chia dengan Rafiatul Adawiyah Putri? Kalo kamu nanya kaya gitu, berarti kamu termasuk ke dalam beberapa orang yang sering nanya gitu ke aku-_- aku anak pertama/kesatu, dalam bahasa padang “satu” itu ‘Cie”. Nah jadi dari kata Cie itu terciptalah nama Chia. Emang kamu orang padang, Chi? Engga. Aku orang Betawi-sunda. Ibuku memang orang yang amat kreatif, walaupun aku bukan orang padang tapi nama aku pake filosofi padang hahaa. Oke Case Closed yah :))
Sekarang aku kuliah di Universitas Negeri Jakarta, semesternya? Mm semester tua dimana lagi asyik-asyiknya nyusun skripsi. Aku jurusan Pendidikan Luar Biasa, entah kenapa setiap aku bilang aku jurusan Pendidikan Luar Biasa, aku banyak dapetin reaksi yang berbeda-beda dari setiap orang. Serunya aku jadi suka nganalisis gitu dari setiap persepsi orang tentang keunikan jurusan kuliahku. 
Mungkin karena jurusan aku jarang terdengar kali yah, engga kaya jurusan ekonomi, kedokteran, dll. Tapi entah kenapa aku udah terlanjur jatuh cinta sama jurusan ini, iyah Jurusan Pendidikan Luar Biasa. aku sih termasuk orang yang percaya takdir. Karena takdirlah yang membawa aku untuk berkuliah di PLB UNJ dan mengenal dunia “anak-anak berkebutuhan khusus”.
Dulu mana pernah aku mimpi mau jadi guru. I had never ever dreamed to be teacher for children with specials need. Aku dulu punya cita-cita jadi dokter, tapi semua serba pas-pasan. Dari segi otak maupun finansial. Yaudah deh aku kubur dalem-dalem impianku buat jadi dokter.
Mungkin awalnya aku termasuk kedalam orang-orang yang “kecebur” buat masuk dunia Pendidikan Luar Biasa ini. Seems like coincidence moment. mm tapi setelah aku jalanin, ternyata ini bukan serba kebetulan. Aku yang awalnya kecebur, terus diperkenalkan anak-anak berkebutuhan khusus, dan jatuh cinta sama mereka. Dunno what they (children with special needs) seems have magnetic power to pulling people into their ‘special’ life. When people has knowed about their ‘special’ life, it’s impossible not to falling in love with them.
Kalo kata aku sih ini yang namanya takdir. Allah udah ngasih jalan aku untuk bisa jadi guru buat anak-anak berkebutuhan khusus, dan ini insya Allah takdir yang mesti aku jalanin. Sometimes we just don’t know how He make deal for all, but believe that He’s best planner ever.
Aku kadang suka sedih kalo setiap aku mau mulai cerita tentang anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) , banyak orang langsung meng-underestimate kalo ABK itu pasti idiot, orang bodoh, dll. Sebenernya itu bukan salah mereka 100% sih, aku pikir mereka hanya engga tahu dan belum memahami tentang apa itu ABK. Kadang kita engga bisa menyalahkan seseorang karena ketidaktahuannya kan?
Oke menurut aku, anak-anak berkebutuhan khusus itu sebenernya sama dengan anak-anak yang katanya disebut “anak normal” lainnya. ABK butuh cinta dari keluarga, butuh kasih sayang, butuh pendidikan, butuh hak-hak dasar mereka sebagai manusia dipenuhi seperti anak “normal” lainnya, dll. Yang ngebedain cuma mereka memerlukan suatu perlakuan khusus/layanan khusus untuk mengakomodir keterbatasan mereka. Udah itu aja.
Oke segini dulu yah, nanti mungkin insya Allah aku nulis lagi secara khusus tentang Anak-anak berkebutuhan khusus dan dunianya, hehe. See ya! :)) 



See other stories

0 comments